Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA) selenggarakan Pameran Foto Gerakan Reformasi 98

SLEMAN – Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA ) menggelar pameran foto refleksi 20 tahun gerakan reformasi 1998 di sebelas kota di Indonesia. Salah satunya di Jogjakarta. Persisnya di Fakultas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Pameran yang dimulai Rabu (2/5) ini memamerkan lebih dari 300 karya foto tentang perjuangan aksi mahasiswa saat menumbangkan rezim Presiden Soeharto.

Ketua Penyelenggara Agus Bintoro mengungkapkan, pameran bertajuk Untuk Alasan Apapun Kami Tak Mau Kembali ke Orde Baru bertujuan untuk mengenang gerakan mahasiswa di Indonesia. Terutama saat reformasi. Di mana saat itu mahasiswa memperjuangkan hak-hak rakyat.

“Pameran ini kami selenggarakan untuk menjaga semangat reformasi,” jelasnya di sela pameran.

Dikatakan, ratusan koleksi foto bersejarah ini diperoleh berbagai sumber. Mulai dokumen pribadi, mahasiswa, hingga beberapa media. Berbagai foto yang ditampilkan ini merupakan potret rangkaian peristiwa 98.

Melihat aksi heroik para aktivis 98, Agus mengingatkan, para mahasiswa untuk tak mudah terprovokasi. Juga, tak mudah melakukan berbagai aksi anarkistis saat unjuk rasa. Karena itu, Agus pun mengecam aksi anarkistis di simpang tiga UIN Sunan Kalijaga saat peringatan Hari Buruh Internasional Selasa (1/5).

“saya mengecam aksi anarkis vandalis yang memanfaatkan pergerakan mahasiswa jaman sekarang” ketusnya.

Rohmad, seorang pengunjung merasa terbawa kembali ke era reformasi. Itu setelah melihat berbagai koleksi foto yang dipamerkan.

“Jadi tahu sejarah perjuangan mahasiswa saat era reformasi,” ujarnya.

Dalam acara ini juga diadakan diskusi dan dialog publik. Acara ini dilaksanakan bekerja sama dengan lembaga kemahasiswaan, badan eksekutif mahasiswa dan dewan eksekutif mashasiswa kampus di Jogjakarta.(cr5/zam/mg1)