JOGJA – Berbagai cara dilakukan menyambut kelulusan SMA dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Rabu (2/5). Sejumlah siswa SMA berbagi nasi bungkus dan susu.

Para siswa tersebut berasal dari 47 perwakilan SMA se-DIJ. “Kami ingin mengubah pandangan negatif soal kelulusan pelajar SMA,” ujar ketua panitia bagi-bagi nasi Muhamad Khalid Rabu (2/5).

Sementara itu pelajar SMPN 2 Jogjakarta menggelar pameran seni karya siswa. Sedangkan Gerakan Nasional Pendidikan (GNP) mengadakan aksi DPRD DIJ dan Kepatihan. Ada pula acara tabur bunga makam Ki Hadjar Dewantara di Taman Makam Pahlawan.

Kepala SMPN 2 Jogjakarta Widayat Umar mengatakan pameran tersebut agenda tahunan untuk memberikan apresiasi pada siswa yang memiliki minat dan bakat seni, khususnya seni lukis.

“Setelah klasifikasi potensi nonakademis seperti seni lukis, tari, ternyata cukup banyak. Bahkan ada yang pernah pameran tunggal mengundang teman-temannya dan masyarakat sekitar,” kata Widayat.

Sementara itu Koordinator Lapangan GNP Fikri M. Fariq mengatakan student loan bukan solusi bagi masyarakat bawah mengakses pendidikan tinggi. “Karena dana pinjaman pendidikan memiliki bunga tinggi, sebesar enam persen per tahun,” ujar Fikri di sela aksi.

Sedangkan suasana khidmat menyelimuti makam Ki Hadjar Dewantara di Taman Wijaya Brata Jogja pagi Rabu (2/5). Puluhan siswa melakukan tabur bunga mengenang sang Bapak Pendidikan Nasional.

Salah satu siswa yang ikut menabur bunga, Muhammad Alfian merasa sebagai pelajar sudah seharusnya bangga dengan jasa pahlawan. “Kalau kita mengingat kita pasti jadi lebih semangat belajar, membanggakan Indonesia di dalam negeri maupun luar negeri,” ujar siswa MAN 4 Bantul ini. (cr3/cr4/iwa/mg1)