BANTUL – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul intens memantau progres Kawasan Industri Piyungan. Itu untuk mengawasi lalu lintas perekrutan tenaga kerja. Mengingat, salah satu Kemudahan Investasi Langsung Kontruksi (KLIK) Piyungan ini mampu menyerap hingga puluhan ribu pekerja.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja Disnakertrans Bantul Umaryati Purwaningsih mengungkapkan, ada kebijakan khusus terkait perekrutan tenaga kerja di KLIK Piyungan. Pemkab memprioritaskan perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal alias warga Bantul. Bahkan, kebijakan ini disampaikan kepada investor ketika berencana mengembangkan usahanya di Bumi Projotamansari.

“Itu untuk tenaga kerja ringan,” jelas Ning, sapaannya di ruang kerjanya Rabu (2/5).

Menurutnya, kebijakan ini tak serta-merta. Itu bagian untuk mengurangi angka pengangguran. Kendati begitu, kebijakan ini tak saklek. Pemkab tetap memberikan sinyal hijau terkait rekrutmen tenaga kerja ketrampilan.

“Boleh untuk umum,” ucapnya.

Selain penyerapan tenaga kerja, pemantauan ini juga bertujuan untuk mendata tenaga kerja asing (TKA). Sebab, seluruh TKA yang bekerja di wilayah Bantul harus melapor. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul menyebut, jumlah TKA yang bekerja di Bantul sebanyak 102 orang (sebelumnya disebutkan 105). Namun, TKA yang melapor dan berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah baru 22 orang.

“Kami terus menyosialisasikan hal ini kepada HRD perusahaan,” katanya.

Dikatakan, dinas tak mempersoalkan minimnya TKA yang melapor. Tirul, sapaannya mengaku lebih menekankan aspek prosedural. Bila TKA bekerja di dua wilayah di DIJ perpanjangan izin menggunakan tenaga kerja asing berada di provinsi. Dengan begitu, retribusinya pun masuk ke pemprov.”Nggak masalah. Asalkan sesuai prosedur yang ada,” tegasnya.(cr2/zam/mg1)