JOGJA – Tahun 2018 ini Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memasuki usia ke-54 dan sudah banyak prestasi yang dicapai PTN ini menjadi salah satu universitas yang diperhitungakan di Indonesia, bahkan di kancah internasional. Mengacu pada komitmen pencapaian UNY ke depan, kerja keras dan kualitas akan terus ditingkatkan terkait kualitas layanan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan layanan kepada masyarakat.

Dies Natalis ke-54 UNY kali ini mengambil tema “Inovasi Berkelanjutan untuk Pendidikan”. Rangkaian agenda dimulai 15 April lalu dan berakhir tanggal 21 Mei 2018. Agenda yang disuguhkan beragam dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa M.Pd mengatakan, dengan semangat Dies Natalis ke-54 pihaknya semakin menggelorakan tekad berinovasi dari semua aspek. “Tahun 2018 ini harus ada inovasi tepat guna, di antaranya menampilkan pagelaran wayang kulit dan tari-tarian seperti ketoprak, pentas seni kolaborasi Ramayana. Segenap civitas akademika UNY menyadari dengan inovasi bisa menaklukkan di era disrupsi,” ujarnya kepada wartawan di Gedung Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY (30/4). FIK sendiri ditunjuk sebagai tuan rumah dan panitia penyelenggara Dies Natalis ke-54 UNY tahun 2018.

Dikatakan, UNY identik dengan kampus yang fokus dalam pendidikan. Oleh karena itu pendidikan karakter dengan building character innovation juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan rangkaian agenda dies natalis kali ini. Salah satunya dengan penyelenggaraan festival dalang cilik dan peresemian Gedung Digital Library dan launching hand book yang memuat 10 model pembelajaran sebagai rujukan UNY secara keseluruhan. Diakui, agenda dies natalis tahun ini dikonsep lebih efisien dan tidak memerlukan waktu lama. Ini agar tidak mengganggu kegiatan akademik.

Menurut Ketua penyelenggara Dr Guntur M.Pd, total rangkaian agenda ada 23 kegiatan, 28 seminar internasional inovasi bagi dosen dengan index Scopus terbanyak. “Rangkaian agendanya meliputi kegiatan keolahragaan, kesenian, sosial, kesehatan, seminar atau workshop, dan upacara dies natalis,” tuturnya. (a4/laz/mg1)