SLEMAN – Madura FC terlalu kuat bagi tim DIJ. Setelah PSIM dicukur 3-1, kini giliran PSS Sleman dipecundangi di kandang sendiri 2-1, Rabu (2/5) di Stadion Maguwoharjo. Gol tim tamu dibukukan Yusuf Efendi menit 7 dan Bayu Firmansyah menit 90+5.

Megabintang PSS Cristian Gonzales sempat menyamakan skor lewat titik putih. Sayang, tuah El Loco tak berlanjut. “Pertandingan yang bagus kami banyak menekan. Tapi hasilnya lawan lebih bagus,” kata pelatih PSS Herry Kiswanto setelah pertandingan.

Kurangnya konsentrasi dan disiplin menurut Herkis yang menyebabkan timnya kalah. Selain itu juga terburu-buru dalam melakukan serangan membuat bola mudah dipatahkan lawan. “Mereka pandai menjaga ritme dan mengontrol pertandingan. Hal ini akan kami evaluasi sebelum berangkat away ke Gresik,” imbuhnya.

Kapten PSS Ahmad Hisyam Tolle mengatakan, pemain banyak ambil pelajaran dalam pertandingan tersebut. Menurutnya disyukuri PSS kalah di fase awal. Sehingga masih punya waktu untuk perbaikan. “Kami jadi tahu kelemahan kami,” kata bek tengah asal Makassar itu.

Dalam pertandingan tersebut, PSS menurunkan lineup berbeda saat menekuk Mojokerto Putra. Irkham Zahrul Milla digantikan Slamet Budiono. Sementara Adi Nugroho menggantikan Ichsan Pratama. Juga Tambun Naibaho yang lebih dulu dimainkan ketimbang I Made Wirahadi.

PSS juga lebih dulu mengancam lewat pergerakan Taufan di sisi sayap. Namun tim tamu mengejutkan melalui golnya ketika laga baru beranjak 7 menit. Hal itu setelah umpan Gufron Al Maruf yang lolos dari kawalan Yericho dari sisi kiri berhasil ditanduk Yusuf Efendi. Bolanya tak sanggup dibendung Ega Rizky, 1-0 PSS tertinggal.

PSS mencoba membalas lewat Taufan Hidayat. Namun umpan silangnya bisa diamankan kiper. Juga tendangan bebas Dave Mustaine yang tidak disambut pemain di kotak penalti. Beberapa kali pergerakan Taufan dan Yericho yang overlaping.

Sementara Madura mengandalkan Gufron dan Andre Wibowo beberapa kali membuat Hisyam Tolle kewalahan. Namun PSS juga terus menekan. Opsi pergantian pertama dilakujan dengan menarik Slamet Budiono dan digantikan Ilham Irhaz.

Sayangnya umpan pemain PSS baik Adi Nugroho atau Dave Mustaine mudah dipatahkan barisan pertahanan Madura. Pun dengan sndulan Tambun Naibaho yang lemah dan masih bisa diamankan kiper.

Di babak kedua, PSS memasukkan Cristian Gonzales dan menarik Tambun Naibaho. Juga memasukkan Rangga Muslim dan menarik Taufan Hidayat. Sementara di kubu Madura, kiper Sukasto Efendi yang cidera digantikan Usman Pribadi.

Nah, di menit 75 wasit memberikan hadiah penalti setelah Gonzales dijatuhkan di kotak terlarang. El Loco yang maju menjadi algojo menyelesaikan tugasnya dengan baik. Bola menghujam deras di pojok kiri gawang Madura. 1-1.

PSS berpeluang unggul selepas Rangga mendapat umpan matang Adi Nugroho di dalam kotak penalti. Sayang sepakan eks Persebaya Surabaya itu masih jauh dari sasaran. Sedangkan Laskar Sape Pote, julukan Madura mempunyai peluang kembali unggul setelah Beny lolos dari kawalan Tolle dan mengirim umpan ke Gufron. Beruntung, sepakan pemain nomor 97 itu melebar.

Petaka datang di detik-detik akhir. Pemain pengganti Bayu Firmansyah lolos dari jebakan offside dan menaklukkan Ega Rizky di menit 90+5. Gol tersebut tak sempat dibalas sebab wasit Tommi Manggopa lebih dulu meniup panjang pertanda akhir pertandingan.

Bagi kubu Madura, kemenangan tersebut menjadi hal luar biasa. Pelatih Madura FC Salahudin menyebut, melawan PSS akan selalu sulit. Sebab tim mempunyai dukungan dan materi pemaim yang bagus.”Kunci kemenangannya karena anak-anak bermain lepas, sungguh-sungguh dan habis-habisan. Menyerang dan bertahan bersama,” ungkapnya.

Eks pelatih Perssu Sumenep itu menyadari jika PSS akan full attacking. Apalagi setelah tertinggal lebih dulu. Dia instruksikan untuk tetap melakukan pressing dan curi peluang dengan bola panjang dan long. “Kami punya pemain muda dan bertenaga. Sehingga kami berani berduel dan adu sprint,” imbuhnya.

Ditanyakan terkait trik menjaga Gonzales, dia instruksikan untuk terus melakukan cover dan merebut bola ketika menerima umpan. Di sisi lain, dia meredam sayap-sayap PSS agar tidak banyak mengirim umpan kepada El Loco. “Terbukti efektif dan pergantian kami Bayu Firmansyah jadi kartu As kami,” bebernya. (riz/din/mg1)