(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

JOGJA – Arus lalu lintas di seputar Bundaran UGM Jogja akan dikembalikan seperti semula. Pengendara dari arah timur, yang selama ini harus belok ke selatan melalui Jalan Cik Di Tiro, bisa langsung berjalan ke barat seperti dulu.

“Kembali seperti semula, dari timur bisa langsung ke barat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Wirawan Hario Yudho di Balai Kota Jogja, Rabu (2/5). Kembalinya arus lalu lintas di Bundaran UGM itu seiring dengan rekayasa di Jalan Terban menjadi tiga lajur ke barat dan menyisakan satu lajur ke timur.

Menurut Wirawan, perubahan lajur di Jalan Terban itu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Cik Di Tiro. Apalagi dari perhitungan VC ratio Dishub DIJ, yaitu perbandingan arus lalu lintas dengan kapasitas ruas jalan, Jalan Cik Di Tiro di depan RS Mata Dr Yap paling padat dengan nilai 1,04.

Dengan perubahan Jalan Terban ke barat menjadi tiga lajur, perhitungannya kepadatan lalu lintas tidak sampai Bundaran UGM. “Panjang Jalan Terban sekitar 191 meter, perhitungan kami perubahan lajur itu antrean kendaraan sekitar 85 meter,” ungkapnya.

Mantan Camat Gondokusuman ini menambahkan, dengan perubahan lajur itu kendaraan dari utara tetap tidak diperbolehkan langsung belok ke timur. Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas DIJ, karena wilayahnya yang berbatasan dengan Sleman. Koordinasi juga dengan instansi terkait menyusul pemindahan pohon dan devider jalan. “Devider digeser agak ke utara, juga pohonnya,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Agus Tri Haryono menjelaskan, di Jalan Terban selain pemindahan devider, juga sekaligus akan dilakukan pengaspalan ulang dan mempertahankan trotoar. Juga akan ditambah pembuatan sumur resapan.

Untuk pekerjaan akan dilakukan minggu ini. “Kami tetap mempertahankan lebar jalan 12,4 meter sesuai Perwal. Termasuk mempertahankan trotoar di jalan tersebut. Untuk median atau devider, lebarnya tetap 40cm,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Suyana menerangkan untuk 14 pohon angsana yang saat ini berada di devider Jalan Terban akan diganti dengan pohon baru jenis Kenari. Pilihan Kenari karena yang tumbuhnya cepat serta tidak merusak utilitas di bawahnya. “Kami akan tanam di sisi utara, mungkin hanya 10 pohon saja menyesuaikan persil di sana,” urainya. (pra/laz/mg1)