Sadar peluang kerja sekretaris sangat tinggi di kalangan masyarakat menginisiasi Akademi Sekretari dan Manajemen Indonesia (ASMI) Desanta Jogjakarta terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya. “Kalau dilakukan dengan profesional, pasti akan membuahkan hasil yang maksimal,” ungkap Direktur ASMI Desanta Afra Tien Sotyaningrum saat ditemui Radar Kampus di ruang kerjanya (18/4). Menurut Afra, satu-satunya pekerjaan yang sangat dibutuhkan di setiap instansi adalah sekretaris.

Mahasiswa ASMI Desanta dibekali kerja praktik. Karena kinerjanya bagus, lulusan sering ditarik di tempat praktiknya, baik di lembaga pendidikan, rumah sakit, maupun perusahaan. “Peluang sekretaris sangat besar, sekretaris banyak membantu menyelesaikan permasalahan data, juga meringankan pekerjaan pimpinan,” tutur Afra.

Perkembangan teknologi sangat membantu pekerjaan sekretaris, karena bisa menggeser tugas manual menjadi lebih praktis. Sehingga sekretaris bisa memposisikan diri dalam tugas strategisnya sebagai pengelola data. Karena pimpinan tidak bisa membuat keputusan tanpa adanya data.

ASMI Desanta sebagai lembaga pendidikan D3, memang lebih banyak praktik. Kegiatan ini persentasenya mencapai 60 persen, dan sisanya teori. Teori banyak mempelajari tentang manajemen, organisasi, dan komunikasi. Kegiatan praktiknya yaitu pekerjaan sekretaris secara teknis.

“Sekretaris harus siap dalam setiap kondisi. Mereka tidak boleh mengelak ketika dimintai data oleh pimpinan,” tegasnya. Kini pendidikan ASMI Desanta juga tengah fokus pada teknologi. Yaitu pembekalan terkait pengelolaan data, juga teknologi perkantoran.

Untuk mengetahui minat para mahasiswa, ASMI Desanta punya mata kuliah pilihan seperti administrasi publik, administrasi niaga, dan kewirausahaan. “Dari pemilihan mata kuliah ini, nantinya menentukan mahasiswa lebih cenderung setelah lulus akan bekerja di mana,” jelasnya.

Diberikan juga mata kuliah manajemen sekretaris. Artinya mahasiwa diajarkan harus punya planning, organizing, dan controlling. Tidak hanya menunggu pekerjaan pimpinan, tidak harus menunggu perintah. Mahasiswa harus punya konsep. Kearsipannya harus seperti apa.

Kelebihan ASMI Desanta dari pendidikan sekretaris yang lain adalah memiliki moral dan etika yang baik. Karena mahasiswa sudah dibekali dengan mata kuliah etika profesi, pengembangan diri, keagamaan. “Stakeholder senang dengan lulusan ASMI Desanta karena tahan dengan tekanan, pekerjaan kantornya menguasai sekali,” tuturnya. Pengelolaan arsip dan dokumen terkesan sangat rapi dan telaten.

Hal yang tengah diupayakan saat ini adalah meningkatkan kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Untuk peminat masuk ke akademi ini, dikatakan stabil. “Yang penting kami masih dibutuhkan masyarakat, dibuktikan dengan masih ada mahasiswa baru yang mendaftar ke ASMI Desanta,” katanya.

Afra berharap lulusan bisa terserap di dunia kerja, mampu bersaing lebih baik. Juga adanya relevansi pekerjaan setelah lulus dan keterserapan di luar semakin meningkat. (cr2/laz/mg1)