JOGJA – Parapelajar yang merupakan calon maupun pemilih pemula, menjadi sasaran Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Taman Pintar (Tampin) Jogja. Seperti wahana lain di Tampin, RPP juga sebagai edukasi terkait pemilihan umum (pemilu).

“Sasaran untuk pemilih pemula karena dalam beberapa tahun ke depan mereja yang akan jadi agen KPU untuk sosialisasi pemilu,” ujar Ketua KPU Arief Budiman di sela peresmian RPP di Taman Pintar, Rabu (2/5). Di dalam RPP nasional yang pertama dibuatKPU, di luar kantor KPU di daerah itu, berisi gambaran tentang proses pemilu dan suasana pemilu yang mendekati aslinya. Termasuk ruang simulasi pemilu.

Arief menilai menjadi hal yang penting untuk mendidik pelajar maupun pemilih pemula untuk mengetahui tentang pemilu. Jika gagal mendidik pemilih pemula, lanjutnya, menjadi ancaman bagi penyelenggaraan pemilu di masa depan. “Karena mereka jadi apatis, tidak tertarik pemilu. Itu yang kita hindari,” ungkapnya.

Terkait pemilihan lokasi di Taman Pintar Jogja, pria asalSurabayaini mengatakan, faktor jumlah kunjungan sebagai salah satu alasannya. “Tidak perlu mencari, pengunjung sudah datang sendiri,” ujarnya.

Arief menambahkan, KPUsaat ini sudah memiliki lebih dari 400 RPP dan ditargetkan tahun ini terbentuk 588 RPP, serta satu RPP nasional. “Harapanya RPP itu tidak seperti museum, tapi aktif menjelaskan,” tambahnya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti juga memiliki harapan yang sama. Menurutnya, seharusnya RPP itu juga bisa dinikmati secara virtual. Pemilihan RPP di Taman Pintar, lanjut HS, juga untuk mengurangi kesan kaku jika harus berkunjung di kantor KPU. “Kalau ke KPU nanti dikira caleg, di Taman Pintar bisa siapa saja datang,” ungkapnya.

HS juga sependapat dengan Ketua KPU Arief Budiman tentang pentingnya pendidikan Pemilu. Ia menegaskan, pemilu bukan hanya sekadar memilih pemimpin saja. “Tapi sebuah harapan baru untuk kemajuan bangsa,” jelasnya. (pra/laz/mg1)