SLEMAN – Ditreskrimum Polda DIJ menetapkan tersangka baru dalam aksi unjuk rasa di pertigaan UIN Sunan Kalijaga. Total ada 12 tersangka berdasarkan penyidikan terbaru. Awalnya ada tiga tersangka yang telah ditetapkan diantaranya, AM, MC, dan MI.

Dirreskrimum Polda DIJ Kombespol Hadi Utomo mengungkapkan, setiap pelaku memiliki peran tersendiri. Mulai dari provokasi, pelemparan molotov hingga perusakan. Setiap tersangka dikenakan pasal sesuai peran masing-masing.

“Ada 12 tersangka, tapi hanya delapan tersangka yang kami tahan. Empat tersangka tidak kami tahan karena kooperatif dan berjanji tidak akan melarikan diri,” jelasnya di lobi Mapolda DIJ, Kamis siang (3/5).

Penahanan delapan tersangka bertujuan memudahkan pemeriksaan lanjut. Terlebih ke delapannya terbukti melakukan perusakan dan provokasi dalam aksi tersebut. Dari keseluruhan tersangka seluruhnya tercatat sebagai mahasiswa berbagai kampus di Jogjakarta.

“Hanya ada satu inisial BV yang berprofesi sebagai tukang sablon. Perannya melempar molotov ke pos polisi dan motor Polisi Lalu Lintas,” ujarnya.

Inisial BV juga teridentifikasi menyalahgunakan narkotika. Terbukti mengonsumsi sabu-sabu, ganja, ekstasi, pil psikotropika, dan pil penenang. Hal ini diketahui setelah polisi melakukan tes urine untuk semua peserta unjuk rasa yang diamankan.

“Ya jadinya kena dua dakwaan, perusakan dan juga penyalahgunana narkotika,” kata Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto. (dwi/ila/mg1)