Anggota Komisi D DPRD DIY Nurjanah mendukung penuh inisiasi Desa Prima di Kelurahan Sosromenduran. Menurut dia, Desa Prima merupakan upaya penanggulangan kemiskinan Pemerintah DIY guna menekan pertumbuhan sekaligus mengurangi angka penduduk miskin. “Itu menjadi prioritas pertama dalam pembangunan di DIY,” katanya.

Diingatkan, kemiskinan menyebabkan kualitas kesehatan menjadi rendah. Kesehatan yang rendah, sambung dia, mengakibatkan mobilitas dan aktivitas ikut menjadi rendah. “Baik aktivitas ekonomi maupun tingkat produktivitasnya,” terang Nurjanah. Pengembangan Desa Prima menjadi alternatif dalam memberdayakan perempuan guna mengurangi beban biaya kesehatan dan pendidikan perempuan keluarga miskin.

Sedangkan Kepala Bidang Pengembangan Partisipasi Perempuan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY Nelly Tristiana memandang setiap desa atau kelurahan punya potensi berbeda. Potensi ini turut memengaruhi optimalnya program Desa Prima.

Nelly lantas mencontohkan Kelurahan Sosromenduran dengan potensi wisatanya. Potensi ini bisa dikemas dengan melibatkan warganya secara aktif.

“Sosromenduran ini sudah memiliki potensi yang sangat kuat. Hanya saja untuk mengoptimalkannya, warga harus aktif terlibat. Tidak harus terjun langsung pada potensi dasar, tapi bisa di sektor pendukungnya,” jelasnya.

Potensi wisata Sosromenduran telah berkembang. Namun dia melihat belum semua warga merasakan potensi ini. Terutama masyarakat dengan pendapatan menengah ke bawah. Mereka itulah yang sekarang hendak diberdayakan lewat program Desa Prima. Ada 25 orang perempuan dan ibu rumah tangga yang dipilih. Mereka menjadi pengurus dan anggota Desa Prima Sosromenduran.

Soal pemberdayaan ekonomi menengah ke bawah dilakukan dari sektor pendukung wisata. Misalnya kuliner dan suvenir bagi wisatawan. “Programnya sederhana, tapi optimal dan konsisten. Tidak mrotoli di tengah jalan,” ujarnya.

Untuk awal pembentukan mendapatkan bantuan Rp 37 juta. Bantuan modal tersebut sifatnya dana bergulir. Artinya dana stimulan tetap dikembalikan, namun kepada kelompok lainnya. “Kota sudah ada Desa atau Kelurahan Prima yang sudah sukses yakni Brontokusuman. Sama halnya dengan Sosromenduran, potensi di wilayah tersebut juga wisata,” katanya. (dwi/kus/mg1)