SLEMAN – Jajaran Polsek Cangkringan mengamankan pria bernama Bonaji, 46, dari Pondok Pesantren Baitus Salaam, Wukirsari Cangkringan, Senin (30/4). Pengamanan dilakukan karena pria tersebut melakukan pembakaran di pondok pesantren.

Pantauan Radar Jogja di Pondok Pesantren Baitus Salaam, benda yang ikut terbakar antara lain kertas, kasur, bambu hingga beberapa kitab suci milik ponpes. Salah seorang pengurus ponpes Muhammad Jarirudin membenarkan aksi pembakaran tersebut.

“Kejadiannya Senin malam sekitar pukul 22.30. Tapi maaf tidak bisa berkomentar banyak, lebih baik langsung ke pihak berwajib saja,” kata Jarirudin Selasa (1/5).

Salah seorang pengajar TPA Ponpes Baitus Salaam Winarti mengatakan pelaku sudah di ponpes sejak tiga bulan lalu. Kedatangan pelaku untuk membantu renovasi ponpes.

Namun ada sikap aneh ditunjukan pelaku. Bonaji kerap bicara sendiri. Sempat pula dia berbicara dengan tembok yang berhadapan dengan kamar pelaku. Meski begitu pelaku tetap bisa diajak berkomunikasi.

“Dulu sekitar 10 tahun lalu (Bonaji) pernah nyantri di sini. Keseharian, sering bertegur sapa tapi tidak menyangka sampai kejadian seperti ini. Saat kejadian saya diberitahu Gus Jarir (Jarirudin), kalau mas Aji mengamuk dan bakar-bakar,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo mengungkapkan kasus diambil alih Polres Sleman. Berdasarkan penyidikan sementara belum ada dugaan pelaku mengalami kelainan mental. Pelaku masih dalam pengawasan psikiater, juga tes darah dan tes urin.

Bonaji hanya bekerja selama dua minggu. Selepasnya pelaku hanya tidur dan makan di Ponpes Baitus Salaam.

“Masih kami kembangkan, mungkin gara-gara ditegur dan pelaku tidak terima. Saat pemeriksaan, pernyataan pelaku juga berubah-ubah. Bahkan saat ditanya kronologi kejadian juga tidak bisa menceritakan,” jelasnya.

Anggaito membenarkan pelaku melakukan aksi bakar-bakar. Barang-barang yang dibakar berupa kertas, kasur hingga bambu.

“Saat mau distop pelaku mengamuk dan memecahkan keramik. Pelaku kami amankan di Polres Sleman sambil melengkapi berkas-berkas pemeriksaan,” ujar Anggaito. (dwi/iwa/mg1)