GUNUNGKIDUL –Agenda liburan rombongan wisatawan asal Sleman di Pantai Ngandong, Tepus, Gunungkidul berakhir duka. Selasa (1/5) lima orang terseret ombak saat bermain air di pinggir pantai. Seorang di antaranya tewas. Korban meninggal adalah Muhamaf Koyim Autad, 17, warga Sangonan, Minggir. Sedangkan empat korban selamat masing-masing Maulana Ahmad Adi Triyadi, 17, (Gabahan, Sumberadi, Mlati), Muhamad Ilham Khusnul, 17, (Sampakan, Sayegan), Raihan Aulia,17, (Medari Cilik, Caturharjo), dan Muhamad Sarif, 16, (Sampakan, Sayegan).

Peristiwa nahas itu terjadi ketika rombongan remaja tersebut datang ke Pantai Ngandong kemarin pagi. Rombongan mereka terdiri atas 23 orang. Semuanya berkendara sepeda motor saling berboncengan.

Sesampai di pantai dan memarkir kendaraan mereka langsung menceburkan diri di air laut dan bermain dengan deburan ombak. Petugas SAR memonitor aktivitas kelima korban ketika pergerakan tubuh mereka tampak terus menjauh dari bibir pantai.

Sekretaris SAR Korwil II Baron Surisdiyanto mengungkapkan, petugas keamanan Pantai Ngandong telah berulang kali mengingatkan para korban lewat pengeras suara. Mereka diminta segera kembali ke bibir pantai.

Imbauan itu seolah tak dihiraukan oleh para korban. “Mungkin peringatan itu tak terdengar oleh para korban karena terhalang dentuman gelombang laut,” duga Surisdiyanto.

Hingga pada pukul 12.20 muncul ombak besar yang menggulung dan menyeret kelima korban ke laut.

Para korban berupaya saling menyelamatkan. Namun situasinya semakin memburuk. Regu penyelamat yang melihat pertanda buruk langsung bergegas melakukan upaya penyelamatan.

“Seorang tak berhasil diselamatkan karena hilang,” ungkapnya.

Tim SAR setempat lantas melakukan penyisiran di sekitar lokasi hilangnya korban. Setelah 20 menit upaya pencarian membuahkan hasill. Tubuh Muhamaf Koyim Autad ditemukan, namun sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

“Dugaan kami (korban, Red) meninggal karena terlalu banyak menelan air. Tidak ada bekas luka pada tubuhnya,” jelas Surisdiyanto.

Jasad Koyim lantas dikirim ke RSUD Wonosari. Sementara korban selamat langsung mendapat pertolongan pertama tim medis. “Semua korban selamat sehat, meskipun tampak syok,” lanjutnya.

Ketua Tim SAR Korwil II Baron Marjono mengatakan, tinggi gelombang laut yang menggulung para korban mencapai 2,5 meter. “Melihat kondisi itu kami telah mewanti-wanti sejak awal kepada para wisatawan agar waspada,” katanya.

Terpisah, Kapolsek Tepus AKP Mustakim mengatakan, jenasah korban meninggal diserahkan ke pihak keluarga, setelah diperiksa di rumah sakit.(gun/yog/mg1)