SULISTYANTA

BANTUL – Persentase kemiskinan di wilayah Bantul masih tergolong tinggi. Yaitu, di kisaran angka 13 persen atau sekitar 13.000 jiwa. Karena itu, Dinas Koperasi, Usaha Menengah Kecil, dan Perindustrian (DKUMKP) Bantul bakal ikut andil dalam upaya pengurangan angka kemiskinan ini. Salah satunya dengan penguatan koperasi. Sebab, jumlah koperasi yang aktif di Bumi Projotamansari tidak sedikit. Mencapai 433 unit.

“Karena sudah aktif jadi harus dikuatkan,” jelas Kepala DKUKMP Bantul Sulistyanta usai acara Rakerda Dewan Koperasi Nasional Kabupaten Bantul di gedung DPRD Bantul Selasa (1/5).

Ada beragam cara untuk menguatkan koperasi. Mulai sumber daya manusia, pengembangan usaha, hingga permodalan. Penguatan modal, misalnya. Pemkab bakal memberikan dana bergulir. Menurutnya, koperasi dapat memanfaatkan dana bergulir ini sebagai modal. Keuntungannya lagi, koperasi dapat memanfaatkannya dua hingga tiga tahun.

“Setelah itu dikembalikan ke pemkab. Dengan bunga kecil pastinya,” ucapnya.

Disebutkan, jumlah dana bergulir yang digelontorkan tahun ini cukup kecil. Hanya Rp 325 juta. Namun, angka ini bakal diusulkan naik hingga Rp 1 miliar tahun depan. Dalam kesempatan itu, Sulis, sapaannya menekankan, koperasi harus menerapkan metode rentenir. Artinya, pengurus koperasi aktif turun memberikan pelayanan kepada anggotanya.

“ketika koperasi datang mereka tak lagi pinjam rentenir,” harapnya.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Bantul Bibit Rustamto mengungkapkan, kondisi koperasi di Kabupaten jomplang. Sebagian berprestasi. Di sisi lain, tak sedikit yang hampir tutup. Karena itu, Bibit mendorong pemkab memberikan ruang bagi koperasi untuk berkembang.

“Salah satu caranya dengan memberikan dana bergulir,” tambahnya. (cr2/zam/mg1)