JOGJA- Libur lebaran tahun ini lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya. Yakni 12 hari. Diprediksi hal itu akan berdampak pada peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke DIJ. Dinas Perhubungan DIJ memperkirakan akan ada sekitar empat juta kendaraan melintas di jalanan Jogjakarta selama kurun waktu tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sigit Sapto Raharjo menyebut, peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke DIJ pada lebaran tahun ini bisa mencapai 10 persen. “Cuti lama membuat mereka (pemudik, Red) membawa kendaraan pribadi untuk mudik maupun menikmati libur,” kata Sigit dihubungi Radar Jogja Selasa (1/5).

Dengan jumlah tersebut, kemacetan selama libur lebaran diprediksi akan terjadi di DIJ. Namun, untuk mengantisipasinya, Dishub DIJ, bersama instansi terkait baik dishub daerah dan aparat kepolisian telah mengantisipasi dengan mendirikan berbagai posko di titik rawan macet.

Dishub DIJ menargetkan akan ada 12 posko mudik lebaran yang didirikan di pintu-pintu masuk kendaraan serta tempat-tempat rawan macet dan kecelakaan. Sejumlah kawasan seperti Tempel, Prambanan, Piyungan, Patuk, Taman Parkir Abubakar Ali, dan lainnya akan menjadi lokasi pendirian pokso.

Pelayanan yang diberikan di posko tersebut terkait dengan informasi lalu lintas dan jalur mudik serta kesehatan. “Dari Dishub DIJ dan daerah akan dikerahkan 7.000 personel,” jelasnya.

Sedangkan untuk mengatasi kemacetan, bersama aparat kepolisian sudah diatur mengenai rekayasa arus lalu lintas. Dia memprediksi, kemacetan banyak terjadi di simpun-simpul jalan yang ada di Kota Jogja, mengingat kawasan kota khususnya Malioboro akan menjadi sasaran wisata para pemudik.

Langkah lain yang dilakukan untuk antisipasi kemacetan yakni mempersiapkan kantong-kantong parkir. Selain kantong parkir Abubakar Ali, Ngabean, Bank Indonesia, Dishub juga nantinya akan mencoba lokasi baru di bekas lahan eks STIE Kerjasama yang berada di Bangunharjo, Sewon, dan Bantul.

“Lebaran ini akan kami cobakan untuk menjadi kantong parkir lahan seluas 3000 meter persegi tersebut,” jelasnya.

Kabid Humas Polda DIJ AKBP Yulianto mengatakan persiapan pengamanan tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Dia menyebut seluruh satuan aparat dari berbagai wilayah akan dikerahkan untuk mengamankan lebaran. Jogjakarta, akan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus, sebab kawasan ini menjadi salah satu tujuan mudik dan wisata selama liburan lebaran. “Teknis operasional kami masih menunggu perintah dari Mabes Polri,” jelasnya. (bhn/din/mg1)