SLEMAN – Untuk meningkatkan kepedulian siswa kepada masyarakat kurang mampu, SDIT Luqman Al Hakim Sleman (Esluha) menggelar bakti sosial (baksos) bersama seluruh siswa kelas 2, wali kelas, serta pengurus paguyuban paralel kelas 2. Baksos berlangsung di Panti Asuhan Al-Ghifari Pelem, Girikerto, Turi, Sleman, Minggu (29/4).

Kepala SDIT Luqman Al Hakim Sleman Ahmad Burhani mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan juga untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekitar yang kurang mampu.

“Dari bantuan yang kami berikan berupa paket sembako dan alat sekolah ini, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada mereka untuk bersemangat menjalani kehidupan dengan bersyukur dan mendalami iman serta mencintai Alquran,” ujar Burhani.

SDIT Luqman Al Hakim Sleman sendiri merupakan sekolah para penghafal Alquran. Sekolah ini menargetkan siswanya lulus dengan menghapal 10 juz. Dalam kesempatan ini diserahkan 200 paket sembako untuk warga dan 40 paket alat sekolah untuk anak-anak panti.

Ketua panitia baksos SDIT Luqman Al Hakim Sri Rahayu Ningsih menyampaikan, panti asuhan ini dipilih karena merupakan relokasi korban Merapi. “Anak-anak yatim piatu di sini rata-rata merupakan korban Merapi. Total bantuan yang kami berikan sekitar Rp 24 juta,” ungkapnya.

Warga dan beberapa perangkat desa dalam kegiatan ini juga mengikuti tausiyah Tarhib Ramadan dari Ustad Burhani di pendopo halaman panti. Anak-anak Panti Asuhan Al Ghifari bersama siswa Kelas 2 SDIT Luqman Al Hakim pun ikut mendengarkan tausyiah dan dongeng bersama Ustad Yofit Mustofa di masjid setempat. (*/ita/laz/mg1)