Pramuwisata atau biasa disebut pemandu wisata (tour guide) mempunyai peran strategis bagi pengembangan pariwisata. Sebab, pramuwisata menjadi orang pertama yang bertemu dan melayani wisatawan. Pramuwisata juga menjadi orang terakhir yang mengantarkan turis sekembali dari kunjungan ke destinasi wisata.

“Setiap wisatawa harapannya pulang membawa kenangan. Karena itulah pramuwisata menjadi ujung tombak bagi pariwisata. Peranannya sangat strategis,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta saat membuka acara Sertifikasi Pemandu Wisata Umum DIY 2018 di Hotel Innside Sleman pada Sabtu (28/4).

Menyadari itu, Aris ingin agar setiap pramuwisata terus mengasah kemampuannya. Sertifikasi itu menjadi upaya meningkatkan kapasitas pramuwisata. Setelah mengantongi sertifikasi dilanjutkan dengan pengajuan lisensi. Lisensi bagi pramuwisata berlaku selama tiga tahun.

Dengan kapasitas dan kemampuan itu, pramuwisata dapat memberikan penjelasan yang menarik tentang objek-objek pariwisata kepada wisatawan. Dari pengalaman Aris, turis yang berkunjung biasanya tak berminat membaca informasi semacam brosur. Namun lebih tertarik mendengarkan cerita yang disampaikan pramuwisata. “Maka jadilah pramuwisata yang hebat,” pintanya.

Aris juga menyinggung pariwisata DIY y berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Bahkan pada 2017, pariwisata DIY memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

Terbukti melalui jasa akomodasi dan makan minum, pariwisata berada di urutan kedua penyumbang PDRB. Sekadar diketahui, PDRB merupakan jumlah nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari seluruh kegiatan perekonomian di suatu daerah.

“Sekarang pariwisata juga menjadi prioritas kedua,” kata Aris. Sektor pariwisata menjadi prioritas kedua karena memberikan kontribusi pendapatan yang lumayan tinggi. Selain itu, ada multiplier effect dan tidak membutuhkan waktu lama.

Kepada peserta, Aris mengingatkan, pengembangan industri pariwisata memerlukan tiga elemen penting. Yakni pemasaran, kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM). Ketiganya harus berjalan beriringan dan saling melengkapi karena menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY Imam Widodo berharap penyelenggaraan sertifikasi itu dapat memberikan manfaat. Menurut dia, ada 50 pramuwisata mengikuti kegiatan tersebut. “Terima kasih atas dukunga semua pihak,” ucap Imam.

Sedangkan Erwan Maulana dari LSP Pramindo mengatakan uji kompetensi wajib diikuti oleh semua pramuwisata. Itu menjadi prasyarat mereka mendapatkan sertifikasi. “Kami fokus pada pemandu wisata. Sekarang ini ada pemandu wisata minat khusus seperti arum jeram,” ceritanya.

Erwan mengapresiasi perhatian Dinas Pariwisata DIY yang telah memberikan fasilitasi bagi penyelenggaraan sertifikasi pramuwisata itu. Sebab, dari 34 provinsi. Baru DIY dan DKI Jakarta yang memberikan fasilitasi. Usai mendapatkan sertifikasi, setiap pramuwisata dapat mengajukan lisensi. “Lisensi diberikan setelah ada rekomendasi dari organisasi profesi,” katanya. Karena itu, Erwan minta agar pramuwisata juga aktif berkiprah di organisasi profesi seperti HPI. (kus/mg1)