JOGJA – Gelombang pertama keberangkatan haji akan dimulai pada 16 Juli 2018 mendatang. Sebelum berangkat ke tanah suci, para calon jamaah haji diminta memastikan diri sudah mengikuti manasik haji.

“Jamaah haji sebelum berangkat pertama-tama harus memastikan mereka mengetahui manasik haji,” ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DIJ Muhammad Lutfi Hamid Sabtu (28/4). Bagi calon jamaah yang belum memahami manasik, Kemenag telah menyiapkan pembimbing ibadah haji di kloter ataupun di sektor. “Jika belum paham, jangan sungkan bertanya,” tambahnya.

Yang tidak kalah penting, Luthfi juga berharap para calon jamaah dapat menjaga komunikasi baik dengan tetangga. Terlebih calon jamaah akan meninggalkan rumah selama 40 hari selama menjalankan ibadah haji.

Untuk menumbuhkan sensitivitas sosial, menurut dia, perlu bantuan tetangga membantu mengawasi lingkungan sekitar. “Maka acara pamitan haji sebenarnya bukan riya, tetapi memang perlu dilakukan untuk menumbuhkan sensivitas sosial itu,” ungkapnya.

Mantan Kepala Kemenag Sleman ini mengingatkan agar jamaah menjaga kesehatan, baik sebelum maupun selama berada di tanah suci. Di antaranya dengan memperbanyak minum dan mengonsumai buah-buahan.

Menurutnya, pengalaman tahun-tahun sebelumnya beberapa calon jamaah akhirnya gagal berangkat ke tanah suci karena sakit menjelang keberangkatan. “Maka sejak jauh hari harusnya mulai menjaga kesehatan, termasuk membiasakan saat di tanah suci nanti,” katanya.

Lutfi juga meminta saat berada di Arab Saudi nanti jamaah bisa fokus beribadah dan mengurangi menggunakan media sosial. Termasuk saat ada kendala, tidak perlu diposting ke medsos. “Kalau ada keluhan, langsung disampaikan ke petugas di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, selama di Mekkah jamaah akan mendapat jatah 40 kali makan selama 30 hari. Hanya saat berada di Armina (Arofah, Muzdalifah, dan Mina), jamaah tidak mendapat jatah makan karena kendaraan pengangkut tidak bisa masuk ke wilayah itu.

“Konsumsi untuk jamaah akan menampilkan cita rasa nusantara yang akan mengimpor bumbu langsung dari Indonesia,” ungkapnya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DIJ Noor Hamid menambahkan, saat ini sedang dibuka pelunasan biaya pelunasan haji tahap pertama. Sementara tahap kedua akan dibuka 16-25 Mei 2018.

Pada tahun ini DIJ mendapat kuota sebesar 3.131 orang. “Untuk penentuan kloter akan dilakukan setelah tahap kedua pembayaran selesai,” kata Hamid. (pra/laz/mg1)