Laka Tunggal Rombongan Mahasiswa Kedokteran UGM di Umbulmartani

EVAKUASI PAJERO SPORT (ISTIMEWA)

SLEMAN – Minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) kembali memakan korban. Mitsubishi Pajero Sport N 41 L mengalami kecelakaan tunggal di tikungan jalan Dusun Koplak, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Sabtu dini hari (28/4). Selain gelap, diduga pengendara tidak menguasai medan.

Seorang penumpang Pajero meninggal dunia atas nama M. Syafiq Al Haqi. Ringseknya kendaraan membuat evakuasi korban terhambat. Sementara tiga korban lainnya, Wayan Edi Sudarma, Mulia Kharis dan Dhira Surya, mengalami luka berat. Ada pula Afif Lukman Faizal yang mengalami luka ringan.

Seorang saksi, Norman, 25, mengaku sempat mendengar suara dentuman. Sebelumnya terdengar suara kendaraan melakukan pengereman. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.15 dini hari.

“Waktu itu saya sudah bangun, sempat mendengar suara kendaraan melaju dari arah utara. Mendekati tikungan di jembatan tiba-tiba ada suara ciiit lalu bruk. Saat saya keluar rumah, mobil sudah di bawah jembatan,” jelasnya kemarin.

Pria yang rumahnya di sisi utara jembatan ini sudah menduga akan terjadi kecelakaan. Terlebih saat itu ia sempat mendengar suara mobil melaju kencang. Padahal sewajarnya mendekati tikungan, kendaraan mengurangi kecepatan.

GRAFIS: ERWAN TRI CAHYO/RADAR JOGJA

Warga sekitar lokasi kecelakaan langsung mengevakuasi para korban. Empat korban selamat berhasil dievakuasi terlebih dahulu. Keempatnya dibawa ke RS Panti Nugroho pakem menggunakan mobil ambulans desa. Sementara satu korban meninggal dunia M. Syafiq Al Haqi masih dievakuasi.

“Korban meninggal dunia ini duduk disamping kiri sopir. Di sisi ini sudah ringsek dan korban terjepit karena mobil jatuh dalam keadaan terbalik. Setelah subuh korban baru bisa dikeluarkan dari mobil,” ujarnya.

Norman menuturkan kawasan ini menjadi langganan kecelakaan. Selain gelap, juga kerap terbuai alur jalan arah utara. Mendekati tikungan hanya ada satu penerangan dari rumah warga. Ada pula satu lampu penerangan di sisi barat jembatan.

“Setahun lalu ada Kawasaki KLX jatuh sungai juga, tapi pengendaranya selamat. Lalu ada truk muatan batu, juga menyangkut. Idealnya ditambah penerangan atau stiker menyala di jembatan itu,” katanya.

Radar Jogja yang mendatangi lokasi kecelakaan, melihat ada bekas ban sepanjang 15 meter dari sisi utara. Ada pula tembok jembatan dengan panjang 2 meter yang jatuh ke bawah. Jumlah LPJU di sekitar lokasi kecelakaan juga sangat minim.

Kapolsek Ngemplak Kompol Sugiarto menyebutkan, ke-4 korban selamat sempat dibawa ke RS Panti Nugroho, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Panti Rapih, Jogja. Sementara satu korban luka ringan tidak perlu rawat inap.

“Benar ada kejadian itu, mobil lalu dikeluarkan dengan kendaraan derek. Kalau penanganan langsung oleh Satlantas Polres Sleman,” jelas Sugiarto.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani mengungkapkan, tiga korban luka berat dan korban meninggal dunia tercatat sebagai mahasiswa Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Jajarannya terus berkomunikasi dengan keluarga korban terkait kecelakaan ini.

“Benar, empat korban di antaranya mahasiswa kami dan masih aktif. Untuk korban meninggal dunia M. Syafiq Al Haqi langsung dimakamkan di Tulungagung, Jawa Timur. Korban luka berat masih dalam penanganan pihak rumah sakit,” ujar Iva. (dwi/laz/mg1)

LOKASI KEJADIAN (DWI AGUS/RADAR JOGJA)
TABRAK PAGAR JEMBATAN (DWI AGUS/RADAR JOGJA)