JOGJA: Bukan hanya lomba mancing berhadiah yang digelar Satgas TMMD Reguler Kodim 0734/Jogja guna mengusir penat selama kegiatan proyek fisik di Kampung Gambiran, Pandeyan, Umbulharjo, Senin (30/4/2018).

Lomba panjat pinang juga mampu menjadi obat penat bagi masyarakat Pandeyan. Terlebih selama hampir sebulan ini mereka sibuk membantu Satgas TMMD mengerjakan sejumlah program sasaran TMMD, seperti rehab rumah tak layak huni, membangun bronjong talud Sungai Gajahwong, hingga perbaikan sarana mandi cuci kakus.

Seperti TMMD, panjat pinang juga membutuhkan kerja sama dan kekompakan tim.

Dandim 0734/Jogja Letkol Inf Rudi Firmansyah mengungkapkan, lomba panjat pinang merupakan sebuah pembelajaran realistis. Ada beberapa gambaran yang dapat dijabarkan untuk dimaknai sebagai bentuk kebersaman dalam sebuah permainan.

“Kegiatan itu seperti perilaku sosial yang menggambarkan sikap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Orang akan menyadari jika bekerja sendiri itu akan terasa berat,” tuturnya.

Panjat pinang membutuhkan kerjasama tim, yang menjadi tumpuan di bawah harus kuat. Dalam keadaan lelah sekalipun harus dituntut bekerja sama dan gotong-royong untuk menaklukkan licinnya tiang panjat untuk meraih hadiah yang tergantung di atas pinang.

Koordinator lomba panjat pinang Kapten Inf Surono mengatakan, lomba panjat pinang menggambarkan kompaknya TNI dan masyarakat dalam program TMMD, sekaligus menunjukkan kemanunggalan prajurit TNI dan rakyat yang tak dapat dipisahkan.(yog)