JOGJA – Situasi tidak terlalu menguntungkan bagi PSIM Jogja. Apalagi setelah di partai perdana Liga 2 pekan lalu, pulang dengan tangan hampa dari lawatannya ke Madura. Tidak ada poin yang didapat, membuat sanksi minus 9 poin masih utuh. Sehingga kemenangan di kandang menjamu Mojokerto Putra adalah harga mati.

“Lawan Mojokerto tidak ada pilihan lain, poin tiga mutlak harus diamankan. Apalagi main di kandang,” kata Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto kepada wartawan Minggu (29/4).

Mengatasi The Lasmojo bukanlah hal mudah. Sebab di pekan pertama lalu Krisna Adi dkk mampu menyulitkan PSS Sleman. Bahkan permainan asuhan Jamal Yastro itu dinilai berhasil menguasai lapangan tengah. Hanya penyelesaian akhir yang masih belum maksimal.

“Mojokerto tim bagus dan terorganisasi. Pemain depan mereka cepat dan bagus, itu yang kami waspadai. Antisipasi akan kami lakukan dengan perbaikan terutama koordinasi pemain bertahan. Sehingga tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan lawan,” tambahnya.

Pekerjaan rumah kedua PSIM adalah komunikasi antarpemain. Terutama ketika kondisi tertekan. Kondisi itu kentara terlihat saat kebobolan ketika melawan Madura FC lalu. “Dua gol karena masalah komunikasi. Saat lawan memberikan terobosan ke pemain depan, kami terlambat menutup. Juga finishing akan kami berikan. Agar banyak variasi serangan,” katanya.

Disinggung terkait absennya Raymond Tauntu karena akumulasi kartu, Erwan telah menyiapkan beberapa opsi. Yakni ada Pratama Gilang, Yoga dan Chandra Lukmana. Ketiganya dinilai memiliki peluang sama. “Tinggal kesiapan terakhir saat latihan, itu yang akan kami pilih,” tuturnya. (riz/laz/mg1)