JOGJA – Majunya perkembangan teknologi informasi membawa banyak perubahan besar. Tak terkecuali bagi dunia transaksi keuangan. Karena itu, Afta Foundation Jumat (27/4) malam menggelar diskusi publik. Diskusi yang mengundang advokat, akademisi, pengusaha, hingga tokoh masyarakat ini untuk mengulas lebih detail mengenai digital signature.

“Karena tak menutup kemungkinan penggunaan digital signature akan diadosi dalam peraturan hukum yang lebih aplikatif,” jelas Founder Afta & Brothers Thalis Noor C usai diskusi yang digelar di Phoenix Hotel Jogjakarta.

Dalam diskusi ini juga diperkenalkan aplikasi baru yang diinisiasi privy.id. Aplikasi ini untuk memudahkan proses transaksi digital signature. Thalis mengingatkan, pemanfaatan teknologi sangat penting bagi praktisi hukum. Tak terkecuali digital signature.

“Kami memperkenalkan suatu yang baru. Awalnya memang sulit, tapi mau tidak mau harus diikuti,” ucapnya.

Dikatakan, diskusi publik bertema Digital Signature dalam Transaksi Keuangan dan Perlindungan Hukum atas Data Konsumen. Thalis mengaku sengaja mengambil tema ini. Pertimbangannya, ranah financial technology (fintech) menjadi tren masyarakat. Lantaran kemudahan yang ditawarkannya. Biasanya, ranah ini berkaitan erat dengan transaksi keuangan.

Fintech bisa memudahkan bertransaksi,” ujarnya. Kendati begitu, Thalis mengingatkan, fintech perlu diikuti dengan sistem keamanan yang ada.

Senada juga dilontarkan Ahli Hukum Perbankan Nasional Surach Winarni. Dia berpendapat kemajuan teknologi informasi menuntut bank mempersiapkan diri. Terutama, terkait persiapan sistem keamanan transaksi nasabah. Apalagi, aplikasi yang bersifat retail bakal terus berkembang. Seperti sms banking.

“Perbankan juga harus siap memberikan ruang bagi nasabah untuk memehami system yang ada,” sarannya.

Seperti Thalis, Surach juga melihat era fintech sangat memudahkan. Baik bagi nasabah maupu bank. Tak terkecuali bagi para lawyer. Karena itu, Surach berpendapat tidak ada salahnya mengikuti perkembangan teknologi.

Sementara itu, CEO Privy.id Marshall Pribadi mengungkapkan, perusahaannya mencoba memperkenalkan berbagai berkas elektronik resmi. Berkas ini bisa dipindahkan ke PDF maupun Microsoft Word.

“Berkas ini bersifat private key yang terhubung dengan penanda tangan,” paparnya.

Yang dimaksud dengan private key adalah berkas hanya berada dalam kuasa penanda tangan saat penandatanganan. Dari itu, keamanan aplikasi ini terjamin, sehingga digital signature juga bermanfaat bagi advokat. (cr2/zam/mg1)