SLEMAN- LPPM dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Sanata Dharma (USD) menggelar seminar “Sanata Dharma Berbagi” 2018 bertema Teknologi dan Masyarakat, Jumat (27/4).

Seminar ini bertujuan untuk berbagi dan berdiskusi gagasan tentang pemanfaatan teknologi untuk menyelesaikan persoalan di negara berkembang. Selain itu juga menjajaki kerja sama pemanfaatan teknologi untuk menyelesaikan masalah di masyarakat.

Seminar menghadirkan Augustinus Bayu Primawan D Tech Sc yang memaparkan tentang data spasial dalam perencanaan jaringan teknologi serta Drs Haris Sriwindono M Kom Ph D dengan tema pemaparan model penerimaan teknologi informasi.

Augustinus menjelaskan, jaringan teknologi yang aandal membutuhkan perencanaan. Keandalan sebuah layanan telekomunikasi salah satunya ditentukan cakupan layanan (service coverage). Oleh karena itu data spasial dapat digunakan untuk merencanakan sebuah jaringan telekomunikasi. “Khususnya dalam menentukan lokasi (service location priority) dan optimalisasi lokasi (optimum placement),” ujarnya.

Menurut Haris Sriwindono sebuah produk teknologi pada umumnya ditujukan untuk dimanfaatkan dan mempermudah aktivitas pemakai, namun belum tentu produk yang sudah jadi dapat diterima. “Produk proyek teknologi informasi misalnya, memiliki tingkat kegagalan cukup tinggi. Menurut IBM kegagalan proyek TI sekitar 60 persen, menurut McKensey sekitar 61 persen, menurut Portland Business Journal sekitar 65 persen,” ungkapnya.

Haris menjelaskan, salah satu cara melihat kegagalan tersebut adalah dengan mengukur tingkat penerimaan pemakai terhadap suatu produk. Model awal penerimaan teknologi telah banyak disusun di negara-negara maju, sehingga banyak pihak mempertanyakan apakah model tersebut sesuai bila diterapkan di Indonesia atau negara berkembang. (adv/ita/din/mg1)