BANTUL – Lahan hijau di Kabupaten Bantul dipastikan kembali menyusut. Itu buntut pembangunan kompleks perumahan di Dusun Kadibeso, Sabdodadi, Bantul. Padahal, tanah subur tersebut sedianya bakal dijadikan sebagai lahan pertanian abadi. Alias lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

“Sebagian lahan dibangun pengembang untuk perumahan sejumlah 6 unit,” bunyi isi surat Kelompok Tani (klomtan) Ngudi Makmur yang dilayangkan kepada DPRD Bantul.

Kekhawatiran klomtan ini bukan tanpa alasan. Sebab, ada sepuluh hektare lahan hijau di Dusun Kadibeso yang telah dibeli pengembang. Di mana sebagian telah terbangun enam unit rumah. Karena itu, para petani melalui surat yang diteken seluruh pengurus klomtan tersebut meminta pemkab meninjau lokasi.

“Karena (perumahan) mengurangi lahan pertanian dan mengganggu irigasi,” lanjut bunyi surat itu.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Klomtan Ngudi Makmur Daru Setiawan memilih bungkam.

“Yang tahu soal LP2B adalah dinas,” kilahnya.

Berbeda dengan Daru, Dukuh Kadibeso Wawan Darmawan cukup berani blak-blakan. Dia menyesalkan pembangunan enam unit rumah di lahan hijau. Sebab, keberadaan enam rumah itu mengganggu saluran irigasi.

“Kami masih mencari tahu izinnya sudah lengkap atau belum,” tuturnya.

Dari pantauan Radar Jogja, ada enam unit rumah baru di Dusun Kadibeso. Proses pembangunannya hampir tuntas. Kendati begitu, masih ada beberapa pekerja yang tampak keluar masuk rumah membawa material bangunan.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Bantul Isa Budi Hartomo mengaku telah mendengar pembangunan kompleks perumahan di lahan pertanian subur. Bahkan, bekas sekretaris Disperindagkop ini pernah meninjau langsung. Dari hasil tinjauan lapangan ini dipastikan bahwa enam unit rumah itu berada di jalur hijau.

“Izinnya juga belum ada sama sekali,” tegasnya.

Karena itu, Isa meminta proses pembangunan dihentikan. Toh, berbagai perizinan kompleks perumahan itu tak akan diterbitkan. Lantaran berada di jalur hijau.

“Normalnya begitu (tak keluar izinnya),” katanya. (cr2/zam/mg1)