SLEMAN – Server layanan perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT) Sleman mengalami trouble sejak Senin (23/4). Kondisi tersebut mengakibatkan pelayanan permohonan perizinan mengalami kendala.

Kendati demikian, setiap permohonan perizinan yang masuk DPMPPT tetap diproses secara manual. “Pelayanan memang kurang optimal, kami mohon maaf kepada masyarakat,” ungkap Kepala DPMPPT Sleman Sutadi Gunarto Kamis (26/4).

Kondisi tersebut berdampak pada proses permohonan perizinan. Alur perizinan belum bisa ditindaklanjuti dalam sistem aplikasi. Misalnya, mengenai penomoran dan legalisasi dokumennya.

Gunarto, sapaan akrabnya, menyadari bahwa pemohon perizinan membutuhkan kepastian. Terlebih pengajuan tanda daftar perusahaan (TDP) dan surat izin usaha perdagangan (SIUP) harus segera diterbitkan tak lebih dari empat hari sejak seluruh berkas permohonan dinyatakan lengkap.

Sementara setiap hari sedikitnya ada 75 permohonan izin yang diterima DPMPPT. “Tapi apa boleh buat, kendala itu di luar kewenangan kami,” tutur Gunarto.

Adapun pengelolaan server menjadi kewenangan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman.

Kepala Diskominfo Sleman Intriati Yudatiningsih mengungkapkan, kerusakan terjadi pada hardware sistem lama yang telah dioperasikan selama kurang lebih delapan tahun.

Guna perbaikan sistem lama harus dinonaktifkan terlebih dahulu untuk recovery. Selanjutnya dimigrasikan ke sistem perizinan baru yang telah disiapkan.

“Mengenai teknisnya masih akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan DPMPPT besok (hari ini),” kata Intriati.

Sekretaris Diskominfo Eka Suryo Prihantoro menambahkan, proses migrasi sistem tak akan menghilangkan data yang tersimpan. Bahkan, sistem baru yang disiapkan diyakini bisa lebih memudahkan masyarakat mengurus permohonan perizinan.

“Sistem baru nanti bisa diakses lewat aplikasi handphone berbasis Android,” ujar Eka. Sesuai rencana, sistem baru tersebut akan dioperasikan mulai Senin (30/4). (**/ita/yog/iwa/mg1)