Hari yang cerah. Cenderung terik di Stadion Maguwoharjo Sleman, Kamis sore (26/4). Hasil yang cerah juga bagi PSS Sleman yang melakoni laga perdana. Menang 3-1 cukup memuaskan puluhan ribu Sleman Fans yang datang ke stadion.

Taufan Hidayat pemain sayap yang dipercaya sepanjang laga mencetak satu gol dan satu assist. “Tentu saya senang bisa cetak gol. Meski sebenarnya sedikit grogi. Tapi coach Herkis tetap percaya dan minta saya main lebih tenang,” kata Taufan kepada Radar Jogja setelah pertandingan.

Ya, ketenangan itu yang membuatnya sebenarnya menjadi bintang permainan sore kemarin.

Namun sorotan banyak tertuju pada megabintang PSS Cristian Gonzales. Masuk di menit 77 menggantikan I Made Wirahadi, El Loco, mendapat sorak Sorai dari penonton. Sorakan lebih kencang setelah tandukannya menaklukan Putut Wijiarto, kiper Mojokerto Putra menit 85. Gol tersebut dia dedikasikan untuk Sleman fans yang memberikan sambutan hangat. “Gol ini untuk suporter. Tapi saya belum puas. Saya harap masih ada gol di laga selanjutnya, ini laga perdana. Saya senang dengan fans,” kata pemain naturalisasi asal Uruguay itu.

Ketimbang memainkan Tambun Naibaho yang sebetulnya sudah teruji di beberapa laga uji coba, Herkis mungkin berjudi dengan memainkan El Loco yang belum genap sepekan ikut latihan. Namun, Herkis mungkin juga melihat ada semangat berlebih dalam diri El Loco. “Dia (Gonzales, Red) datang sangat serius dan ingin membuktikan diri bahwa kelasnya masih striker berbahaya, dan kami beri ruang,” kata Herkis.

Dengan adanya El Loco di dalam tim, Herkis menilai menjadi keuntungan tersendiri baginya dalam meracik strategi. Pihaknya pun tidak menampik jika nantinya diantara striker tersebut akan terjadi persaingan untuk memperebutkan jatah bermain. “Justru bagus dengan adanya persaingan. Asalkan tetap profesional, dan pelatih tentu akan memilih yang siap dan bisa bermain bagus,” ungkapnya.

Disinggung terkait kebugaran El Loco, Herkis menyebut pelatih fisik Komarudin akan memantau dan dipercaya memberikan porsi latihan khusus agar bisa mencapai top performanya kembali. Namun hal tersebut tidak akan langsung frontal. “Step by step sekaligus semuanya bisa adaptasi,” imbuhnya.

Di sisi lain, dengan tipe main El Loco yang lebih banyak menunggu dan mencari penempatan posisi di kotak penalti, hal itu menuntut winger dan gelandang PSS memberikan suplai bola yang maksimal. Herkis menilai hal tersebut tidak jadi masalah, sebab timnya memiliki 6 pemain sayap yang mempunyai kualitas tidak jauh berbeda. “Semuanya akan kami maksimalkan,” jelas Herkis. (riz/din/mg1)