Usia emas pesepak bola biasanya berada di kisaran 30 tahun. Mendekati kepala empat, beberapa pemain memutuskan untuk gantung sepatu. Seperti pemain Brasil Kaka yang pensiun di umur 35 tahun, Philip Lahm malah setahun lebih muda pensiun.

Hanya ada beberapa pemain yang baru pensiun di kisaran 40 tahun, seperti Frank Lampard dan Francesco Totti di umur 40 dan Paolo Maldini ketika memasuki 41 tahun.

Namun ada seorang pemain sepak bola dari Jepang bernama Kazuyoshi Miura yang memperpanjang kontrak dengan klubnya saat mendekati usia 51 tahun. Saat ini King Kazu, demikian julukannya, bermain untuk Yokohama FC yang merupakan anggota divisi dua J-League, kompetisi kasta kedua di Jepang.

Usia boleh jadi hanya sebatas angka. Ketika semangat, fisik dan kemampuan masih mampu berlari maka bermain bola tetap jalan terus. Ya, musim ini masih banyak pemain gaek yang merumput di Liga Indonesia. Sebut saja Firman Utina di usia 36 tahun masih ingin bermain untuk Kalteng Putra di Liga 2. Juga dengan Saktiawan Sinaga, 36, di Persiwa Wamena.

Daftar masih bisa berlanjut untuk Bambang Pamungkas, 37, dan Ismed Sofyan, 38 di Persija; Herman Dzumafo, 38, di Bhayangkara FC serta tentu saja Cristian Gonzales yang masih bersemangat bermain di usia 41 di PSS. Bahkan, uniknya usia Gonzales dan PSS hanya terpaut beberapa bulan. PSS terbentuk 20 Mei 1976, sementara Gonzales lahir 30 Agustus tahun yang sama.”Tidak masalah main di liga satu, liga dua atau liga tiga. Asal kami senang dan keluarga senang. Saya datang berjanji akan memberikan yang terbaik bagi Sleman,” kata pemain yang berjuluk El Loco itu.

“Saya bukan Tuhan. Saya berjuang kelas untuk tim. Kalau saya cetak gol ya Alhamdulillah, tapi teman cetak gol dan tim menang itu bagus. Kalau Gonzales bisa cetak gol itu juga karena kerja keras teman-teman, tidak bisa kita bermain sendiri,” kata pesepakbola yang awal musim lalu diboyong Madura United dari Arema FC ini, kemarin.

PSS pun menjadi kesebelasan ketujuh yang diperkuat Gonzales di Indonesia. Sebelumnya pemain yang juga memiliki nama Mustafa Habibi itu pernah memperkuat PSM Makassar, Persik Kediri, Persib Bandung, Putra Samarinda, dan Arema Malang. Bersama Arema FC musim 2012 misalnya, dia menyumbangkan 33 gol dari 57 penampilan.

Sedangkan di Persisam Samarinda dari 32 penampilan mencetak 18 gol di musim 2011. Mundur lagi pada musim 2009 hingga 2011, merumput dengan Persib Bandung dengan 72 penampilan dan berhasil menyumbangkan 41 gol. Lalu di Persik Kediri musim 2005 hingga 2008 menyumbangkan 100 gol dari 106 penampilan. Menarik ditunggu, berapa gol yang akan dicetak bintang Piala AFF 2010 itu di PSS musim ini. (riz/din/mg1)