JOGJA – Menjelang proses pendaftaran calon legislatif (caleg), tokoh masyarakat maupun mantan birokrat di DIJ mulai merapat ke partai politik (parpol). Terbaru mantan Asisten bidang Pemerintahan Kota Jogja Ahmad Fadli yang bergabung dengan Partai Nasdem.

“Mulai hari ini kakak Ahmad Fadli bergabung bersama kami di Nasdem,” ujar Sekretaris DPD Partai Nasdem Kota Oleg Yohan dalam jumpa pers di kantor DPD Partai Nasdem Kota Jogja Jumat (27/4).

“Kakak” adalah sebutan yang dipakai Partai Nasdem untuk komunikasi di internal mereka.
Ketua Bappilu Nasdem Kota Jogja Dwi Candra Putra mengatakan, bergabungnya Fadli, sapaan Ahmad Fadli, juga didasarkan pada aspirasi masyarakat.

Dia meyakini, keberadaan mantan calon Wakil Wali Kota Jogja itu di Nasdem dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Perolehan suara dalam Pilwali lalu cukup signifikan, artinya mempunyai potensi mengembangkan Nasdem Kota Jogja,” ujarnya.

Meski Dwi masih belum mau menyebut Fadli sebagai calon legislatif yang akan diusung Partai Nasdem dalam Pileg 2019 nanti. Menurut dia, untuk pencalegan masih menunggu instruksi dari DPP maupun DPW Partai Nasdem.

“Kami belum membicarakan masalah pencalegan. Ini masih menjadi dapur Partai. Yang jelas, selain pak Fadli ada juga tokoh-tokoh lainnya yang akan bergabung,” ujarnya.

Fadli sendiri mengaku ada banyak alasan dan pertimbangan dia memilih bergabung dengan partai yang dipimpin Surya Paloh itu. Selain kedekatannya selama proses Pilkada lalu dengan Nasdem, banyak warga yang mendorongnya untuk terus berkiprah di dunia politik.

“Sejak mengusung Pilkada sudah dekat. Semua pengurusnya santun. Ini yang mendorong saya bergabung dan bersinergi dengan Nasdem,” katanya.

Pengalaman organisasi selama di pemerintahan selama 30 tahun akan disumbangsihkan untuk berjuang bersama Nasdem. Pengasuh pondok pesantren di Jombor Sleman ini juga memiliki visi misi yang sama dengan Nasdem. “Visi misi saya searah dengan Nasdem untuk menyejahterakan rakyat melalui gerakan restorasi,” katanya. (pra/ila/mg1)