PARALEL SESSION: Setelah mengikuti seminar, peserta call for paper dari berbagai perguruan tinggi selanjutnya mengikuti kelas diskusi yang dibagi menjadi lima kelas.

Bupati Dompu Bambang M. Yasin secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas undangan yang diberikan UMY. Ia berpesan agar dunia pendidikan terus berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat.

Pada kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh Bambang untuk menjelaskan keberhasilan Dompu dalam meningkatkan produktivitas dan daya beli masyarakat di kabupatennya. Sehingga, saat ini Dompu menjadi kabupaten dengan daya bayar kedua setelah Kota Mataram, ibu kota NTB.

PAPER TERBAIK: Ridwansyah dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Diungkapkan, pertumbuhan ekonomi Dompu konstan di atas 5 persen, nilai produksi jagung mencapai Rp 2 triliun melampaui APBD yang hanya Rp 1,1 triliun. Pendapatan masyarakat 1-2 hektare pertanian jagung mencapai Rp 28 juta.

SPEAKER TERBAIK: Ali Ikhwan dari Universitas Muhammdiyah Malang (UMM).

Capaian Kabupaten Dompu ini didukung sikap masyarakat. Dengan daya beli yang meningkat, semua pupuk untuk mendukung pertanian mudah didapatkan oleh para petani, sehingga tidak melulu menunggu subsidi dari pemerintah.

“Menunjukkan sikap fokus pada program pijar, namun tetap memiliki skala prioritas. Selama tujuh tahun fokus mengurus jagung, rantai kemiskinan tertangani,” tandas Bupati Bambang. Ia pun mengharapkan acara ini memunculkan skema dan metode baru pengabdian masyarakat.

Seminar yang diikuti 75 peserta call for paper dari berbagai perguruan tinggi ini, selanjutnya mengikuti kelas diskusi (paralel session) yang dibagi menjadi lima kelas yang terdiri atas 15 peserta per kelasnya. Selanjutnya masing-masing kelas memaparkan hasil publikasi pengabdian selama satu tahun. Hasil dari pemaparan ini dipilih satu paper terbaik, Ridwansyah dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan satu speaker terbaik Ali Ikhwan dari Universitas Muhammdiyah Malang (UMM). (nn/laz/mg1)