JOGJA – Hari kedua pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP di Kota Jogja Selaa (24/4) tak lagi terkendala server Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kendati demikian, bukan berarti proses ujian tak menimbulkan keluhan siswa. Sebagaimana telah diprediksi sebelumnya, soal-soal UNBK lebih sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seperti halnya mata ujian Matematika kemarin.

“Beberapa soal mirip di olimpiade matematika, bikin bingung. Mengerjakan lebih dari lima menit, tapi seperti tidak ada jawabannya,” keluh siswi kelas 9 SMPN 5 Jogja Audi Azizah Rahma Alya usai ujian.

Meskipun begitu, juara dua Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematikatingkat Kota Jogja itu menilai tingkat kesulitan soal UNBK tidak sesulit di olimpiade.

Menurut Audi, soal-soal UNBK sebenarnya sama dengan kisi-kisi materi tes pendalaman materi. Namun tingkat kesulitannya memang lebih tinggi. Audi bahkan harus membaca soal berkali-kali dan memikirkan jawaban hingga beberapa menit. “Harus teliti banget tadi hampir terjebak, tidak bisa langsung ketemu jawabannya,” ujar dia

Situasi yang sama dialami siswi SMP Abu Bakar Fatimah Puspa Kurnia. Fatimah mengaku, ada beberapa soal yang harus dikerjakan dalam tempo lebih dari lima menit per soalnya.

Juara pertama OSN Matematika Kota Jogja itu mencontohkan soal kesebangunan segitiga atau soal terkait peluang. “Soal nalar-nalarnya susah karena pakai rumus Phytagoras,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Edy Heri Suasana mengatakan, semua soal UNBK SMP tahun ini sudah menggunakan jenis high order thinking skill (HOTS). Soal yang membutuhkan penalaran dan analisa mendalam. “Sepertinya anak-anak tidak ada masalah, bisa mengerjakan semua,” klaimnya.

Edy tak lagi menerima laporan gangguan server. Semua berjalan sesuai dengan jadwal. Tak ada lagi jadwal molor. Untuk antisipasi gangguan server, lembaganya mengaktifkan tim help desk yang bersiaga di kantor Disdik Kota Jogja. Termasuk memaksimalkan peran proktor dan teknisi yang ada di tiap sekolah. Tiap ada gangguan di sekolah mereka diminta melakukan komunikasi ke Disdik Kota Jogja. (pra/yog/mg1)