MUNGKID – Jajaran Polres Magelang akhirnya bisa mengungkap kasus pembunuhan dengan korban Maryadi alias Gudel, 37, warga Tampir Kulon, Candimulyo, Kabupaten Magelang, 17 Maret lalu. Pelaku dibekuk di tempat persembunyiannya, kawasan Cipondoh, Tangerang, Minggu (16/4) lalu. Tersangka berinisial RM alias Kombe merupakan warga Kota Magelang.

“Tim OpsnalReskrim kami berhasil menangkap pelaku yang saat itu berada di pinggir jalan di area rumah tempat persembuyiannya, sekitar pukul 03.00 dini hari,” kataKapolres Magelang AKBP Hari Purnomo Senin (23/4).

Dijelaskan, keberhasilan ini merupakan kerja keras Tim Opsnal Reskrimyang bekerja penuh dedikasi dan pengaddian selama satu bulan penuh untuk mengungkap kasus pembunuhan ini. Motif pembunuhannya tersangka ingin menguasai kendaraan yang dipakai korban dengan cara kekerasan.

Adapun modusnya dengan pura-pura kehabisan bensin dan minta tolong warga untuk membantu dicarikan penjual, kemudian dibunuhnya. “Kini tersangka sudah dibawa ke Polres Magelang untuk dilakukan interograsi lebih lanjut,” tuturnya.

Dari hasil interogasi tersangka mengakui semua perbuatannya. Tersangka menyampaikan, korban tanpa curiga mengantar mencarikan penjual dan saat korban lengah, oleh temannya bernama Yuan (buron) dari belakang dicekik dengan cara melilitkan tangan kirinya ke leher. Ia kemudian menusuk menggunakan pisau lipatsebanyak tiga kali.

“Korban sempat berlari untuk meminta tolong, namun pelaku membacok kepala korban sebelah kanan sebanyak dua kali menggunakan parang bergerigi,” jelas kapolres.

Dari pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti beberapa pakaian yang dipakai korban. Kemudian kendaraan Mio warna hijau, satu buah parang stainless terdapat tulisan “OX HEAD”, bergagang kayu warna coklat, dan berbagai mesin motor yang sudah di bongkar.

“Atas perbuatanya tersangka dijerat Pasal 365 ayat (4) KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun atau penjara seumur hidup,” tegasnya.

Polisi saat ini masih mengejar pelaku lain. “Saya juga mengimbau kepada pelaku yang lain segera menyerahkan diri guna proses hukum yang berlaku,” tandas kapolres.(dem/laz/mg1)