JOGJA – Sebelum turun dalam kompetisi Liga 2 musim 2018, persiapan telah dilakukan PSIM Jogja. Persiapan itu baik fisik, strategi permainan, maupun uji coba. Tidak hanya itu, aspek fisik, mental dan spiritual juga disiapkan.

Nah, setelah berziarah ke makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Kamis (19/4) lalu, tim juga menggelar doa bersama di Monumen PSSI Kompleks Wisma PSIM, Minggu malam (22/4).

Seluruh pemain, pelatih, manajemen, panpel dan keluarga besar PSIM turut hadir dalam acara tersebut. Suasana sederhana namun khidmat itu dibuka oleh sesepuh PSIM Dwi Irianto. Mbah Putih, demikian dia biasa disapa, meminta kepada pemain berjuang sekuat tenaga membela panji-panji Laskar Mataram. PSIM, dengan segala keterbatasannya harus tetap eksis sebagai bagian dari tim yang ikut membidani lahirnya PSSI.”Kewajiban kita manusia, termasuk teman-teman pemain, pelatih dan manajemen adalah semangat dan kerja keras. Apapun kesulitan, hambatan dan hasilnya nanti serahkan kepada Tuhan,” ujarnya membuka acara.

Mbah Putih menyadari, dengan keterbatasan dan kemampuan yang pas-pasan, tim tentunya tidak akan menargetkan muluk-muluk. Yakni bisa eksis dan bersaing di tengah-tengah tim tetangga di Liga 2.

Namun, jika nantinya ada kesempatan untuk bisa promosi akan tetap dimaksimalkan. Pihaknya yakin dan percaya dengan kemampuan pemain dan jajaran pelatih. Seperti pada debut Erwan Hendarwanto di ISC-B 2016, dengan pemain seadanya hampir lolos 8 besar. “Kalau kompak dan bersama-sama Insa Allah kami yakin selalu ada jalannya,” imbuhnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Tundan, Purwomartani, Kalasan, Sleman Gus Miftah. Dia didapuk memberikan siraman rohani bagi tim sebelum berlaga di pekan perdana. Gus Miftah mengatakan, kaus pertama klub sepakbola miliknya adalah PSIM. Dia juga mengaku mendengar jika setiap menjelang kompetisi PSIM selalu kesulitan finansial, namun itu bukanlah halangan untuk maju.

“Nak PSIM susah finansial itu sudah sejak dulu, wes biasa. Tapi PSIM selalu bisa keluar dari kesulitan. Karena guyub dan kompak semua pihak. Jangan pesimistis, kalau Leicester saja bisa juara Liga Inggris ya bukan tidak mungkin PSIM bisa bersaing di Liga 2,” ungkapnya.

Setelah pembacaan doa, diteruskan dengan pemotongan tumpeng oleh Gus Miftah dan diberikan kepada Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru, disaksikan pelatih Erwan Hendarwanto dan kapten PSIM Hendika Arga. (riz/din/mg1)