JOGJA- Sebanyak 26 ibu dan 35 remaja putri ambil bagian dalam Lomba Berbusana Mataram gaya Jogjakarta di The Rich Jogja Hotel Sabtu (21/4). Lomba ini sekaligus untuk memperingati Hari Kartini.

General Manager The Rich Jogja Hotel Herryadi Baiin mengungkapkan, selain untuk melestarikan budaya Jawa lewat kegiatan ini para peserta diharapkan dapat memromosikan pariwisata Jogjakarta. “Mungkin setelah acara ini diharapkan ada peserta yang dapat menjadi duta pariwisata,” kata dia.

Menurutnya, para peserta tidak hanya sekadar berlenggak-lenggok memamerkan busananya, mereka juga diajak untuk mengenal motif busana Mataram yang dikenakan. “Ini juga merupakan salah satu cara agar peserta mengenal apa yang dia kenakan,” imbuhnya.

Ketua Panitia Lomba Berbusana Mataram KRA S Moerwengdyah mengatakan ada beberapa aspek yang menjadi bahan penilaian dewan juri. Mulai dari riasan wajah, sanggul, cara berpakaian hingga cara berjalan. “Semua dari ujung rambut hingga kaki dinilai,” tuturnya.

Tujuan lain dari peragaan busana ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat. “Harapannya para perempuan zamannowdapatmengenal budayanya,” harapnya.

Acara yang terselenggara berkat kerja sama antara The Rich Hotel, Museum Puro Pakualaman, dan Dinas Kebudayaan DIJ itu dimeriahkan dengan sajian tari edan-edanan, line dance, demo kecantikan serta bazaar.

Dengan digelarnya lomba ini, ia berharap agar masyarakat luas semakin mencintai budaya asli Jogjakarta. Selain itu, dia ingin agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana pakem berbusana gaya Mataram. (cr4/din/mg1)