JOGJA – Karang Taruna Kota Jogja melakukan regenerasi dan pembaruan CBN (Cegah Berantas Narkoba). CBN merupakan unit pelaksana teknis dari Karang Taruna Kota Jogja yang bergerak dalam bidang kepemudaan. Menyerukan perlawanan terhadap bahaya narkoba.

Ketua Karang Taruna Kota Jogja Solihul Hadi SH mengatakan CBN melibatkan 14 orang berasal dari 14 kecamatan se-Jogja. Dalam proses pengaderan, Karang Taruna Kota Jogja bekerja sama dengan DPD Granat (Gerakan Nasional Anti-Narkoba) DIJ.

“Diklatnya berlangsung selama tiga hari di Fasility Sompok, Imogiri, Bantul. Pengkaderan menggunakan sistem TC (Terapeutik Community),” kata Solihul.

Lebih lanjut pria yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Magister Kenotariatan UGM ini menambahkan, dalam ketugasannya CBN mengemban tiga tugas utama, yaitu campaign (kampanye dan sosialisasi), investigation (investigasi dan pelaporan), dan counselling (konseling remaja).

Menurutnya, pembaruan CBN ini didasari keprihatinannya terhadap kondisi pemuda saat ini. Banyak pemuda di Kota Jogja yang terjaring sebagai penyalahguna narkoba.

“Dari hasil laporan yang ada pada kami, banyak pemuda kita yang bermasalah dengan narkoba, ada yang terjaring karena sebagai pengguna, ada juga yang menjadi pengedar narkoba. Sehingga regenerasi atau pembentukan pengurus CBN ini, bagi kami (Karang Taruna Jogja) menjadi sesuatu keharusan, dan tidak bisa ditawar lagi,” tuturnya.

Susunan kepengurusan CBN dibentuk pada Selasa (17/4) malam lalu di Pendapa Kantor Kecamatan Jetis, Kota Jogja. Dalam kepengurusan CBN, sebagai ketuanya Aditya Muhammad Syamsudin, dan Sekretaris Yardema Mulyani.

“Target kerja ketua yang baru, CBN harus tumbuh di semua kelurahan se-Kota Jogja dan berkomitmen bersama dalam pemberantasan penyelahgunaan narkoba di Kota Jogja,” tegasnya. (**/jko/iwa/mg1)