JOGJA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ terus mempersiapkan diri menggelar Musyawarah Olahraga Daerah Luar Biasa (Musordalub) 12 Mei mendatang. Agenda tunggal Musordalub yakni untuk memilih ketua umum KONI DIJ yang baru. Itu harus dilakukan karena 25 Januari lalu, Ketua KONI DIJ Hadianto Ismangoen meninggal dunia.

Ketua Panitia Musordalub KONI DIJ Maryanto mengatakan, penentuan Musordalub juga merupakan tindak lanjut dari Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar beberapa waktu lalu. Selanjutnya, pihaknya membuka pendaftaran bakal calon ketua umum mulai 18 April hingga 5 Mei mendatang.

Para bakal calon tersebut menurutnya harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya sehat jasmani dan rohani. Kemudian juga harus mendapat dukungan minimal dari 10 induk cabang olahraga. “Persyaratan bakal calon ketua umum dan penjelasan terkait Musordalub sudah kami kirimkan ke cabor dan pemilik suara di KONI DIJ,” ungkapnya di Kantor KONI DIJ, Jumat (20/4).

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Nolik Maryono menyebut pihaknya akan melakukan verifikasi hingga 6 Mei mendatang untuk kemudian diumumkan hasilnya 7 Mei. Nantinya dalam Musordalub ada 57 pemilik suara sah. Terdiri dari 44 pengurus cabang olahraga, enam badan fungsional, lima pengurus KONI kabupaten/Kota Jogja, satu KONI DIJ dan satu KONI pusat.

Pihaknya memastikan seluruh pengurus cabang olahraga anggota KONI DIJ berhak memberikan suaranya di Musordalub mendatang. Meskipun ada tiga pengurus daerah yang telah habis kepengurusan sampai saat ini. Namun waktunya belum sampai enam bulan sampai dengan waktu Musordalub, sehingga masih bisa memberikan hak suaranya.

Ditanyakan terkait nama-nama yang disebut-sebut akan menjadi kandidat ketua umum, sampai saat ini pihak panitia dan tim penjaringan mengaku belum ada sosok yang mendaftar. Baik dari kalangan internal KONI DIJ maupun dari luar KONI. (riz/din/mg1)