DIAN Ayu hanya bisa berdiam diri dan berdoa di dalam kelas sejak pukul 07.15 Senin (23/4). Itu berlangsung selama 45 menit. Dian bersama seluruh siswa kelas 9 SMPN 6 Jogja yang mendapat jatah sesi pertama, seharusnya sudah mulai mengerjakan soal UNBK Bahasa Indonesia pada pukul 07.30. Gara-gara server di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ngadat, proktor gagal mengakses token. Soal-soal ujian pun tak bisa di-download. “Tidak bisa ngapa-ngapain, ya diam saja sambil berdoa,” ucap Dian usai ujian.

Proktor mulai bisa mengakses server Kemendikbud sekitar pukul 08.00.

Ketika itu hanya ada satu kelas yang bisa diakses tokennya pada pukul 07.30. itu pun server-nya tak stabil. “Hanya satu kelas isi 21 siswa yang bisa mengakses (token, Red), tapi server-nya on off,” ungkap Kepala Sekolah SMPN 6 Jogja Retna Martiningsih.

Soal siswa berdiam diri di kelas juga atas instruksi Retna. “Duduk tenang dan berdoa saja, wong kendala ada di pusat,” lanjutnya.

Selain masalah server, Kepsek dan guru-guru lain juga dipusingkan dengan berbagai pertanyaan orang tua siswa. Sebagian besar menanyakan kepastian waktu selesainya ujian untuk disesuaikan dengan jam penjemputan.

Karena gangguan terjadi pada server Kemendikbud, pelaksanaan UNBK pun molor. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 3 Jogja Heriyanti juga dicecar beragam pertanyaan orang tua siswa. “Seharusnya anak-anak sudah keluar setelah waktu ujian selesai, ini kok belum ada apa,” ujar Heriyanti menyitir pertanyaan salah seorang orang tua siswanya.

Ternyata, kasus serupa juga terjadi saat latihan UNBK beberapa waktu lalu. Bahkan, akibat kendala server para siswa harus mengerjakan soal-soal latihan UNBK secara offline. “Apa kondisi seperti itu akan terus terjadi,” kecamnya.

Informasi yang diterima Radar Jogja, server Kemendikbud susah diakses lantaran kemarin pagi sedang dilakukan maintenance.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja Edy Heri Suasana menyesalkan kondisi tersebut. “Seharusnya maintenance sudah dilakukan sejak jauh hari. Tadi pagi kami juga panik karena tidak ada pemberitahuan,” bebernya.

Kendati demikian, lanjut Edy, tak semua SMP di Kota Jogja mengalami gangguan saat mengakses server Kemendikbud. Terutama bagi SMP yang menyediakan bandwith dengan kapasitas besar. Apalagi begitu server pulih langsung menjadi rebutan seluruh SMP se-Indonesia.

Beberapa SMP dengan bandwith besar bisa langsung mengakses dan mendapatkan token. Namun tidak demikian dengan sekolah yang bandwith-nya pas-pasan. Proktor harus berulang kali mengakses server Kemendikbud hingga benar-benar tersambung dan stabil. Rata-rata sekolah butuh waktu setengah jam untuk keperluan itu.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi yang turut memantau pelaksanaan UNBK kemarin mengingatkan penyelenggara UNBK agar tak lagi mengorbankan siswa gara-gara server yang selalu ngadat setiap kali penyelenggaraan ujian nasional. “Meski terkendala server, pengerjaan soal oleh siswa selama 120 menit harus terpenuhi, tidak boleh kurang,” tegasnya.

HP, sapaannya, berharap masalah server tak kembali terjadi pada pelaksanaan UNBK selanjutnya. Jika masalah itu berulang, HP khawatir akan mengganggu psikologis siswa.

“Saya sudah pastikan bahwa soal yang dijawab tidak akan hilang meski server sempat down. Jatah waktu pengerjaan soal juga tak berkurang,” katanya.

Masalah serupa dialami sekolah-sekolah di Kabupaten Bantul. Ketua Tim UNBK SMPN 3 Banguntapan Maryono memastikan, jaringan sekolah tak ada masalah. Terputusnya server pusat menjadi satu-satunya penghambat UNBK. “Ujian baru mulai pukul 08.30. Selama menunggu para siswa tetap berada di ruang laboratorium komputer,” jelasnya.

UNBK di SMPN 3 Banguntapan diikuti 208 siswa. Ujian dibagi tiga sesi.

Kepala Sekolah SMPN 3 Banguntapan Risman Supandi mengklaim tak ada persoalan berarti selama ujian berlangsung. Kepanikan siswa bisa diatasi. Terlebih sebelum pelaksanaan UNBK para siswa telah diberitahu supaya tetap tenang jika mengalami kendala teknis, baik server maupun aplikasi. “Kendala utamanya hanya jumlah komputer yang terbatas. Ke depan akan kami perbanyak supaya ujian bisa digelar dua sesi,” ungkapnya. Risman mengku butuh sedikitnya 70 unit komputer. Saat ini tersedia 58 unit. Masalah tersebut disiasati dengan meminjam laptop siswa.

Sementara itu di SMPN 1 Mlati, Sleman, kendala server dialami dua ruang kelas dari tiga ruangan ujian yang tersedia. Siswa harus menunggu 30 menit lantaran proses pengunduhan token ujian bermasalah.”Sudah log in malah error. Anak-anak masuk kelas pukul 07.15, tapi baru bisa mengerjakan ujian pukul 08.00,” ungkap Kepala Sekolah SMPN 1 Mlati Rr.Suratiningsih.

Masalah server di Kemendikbud bahkan memaksa teknisi SMPN 1 Mlati Agus Heriyanto membantu para siswa mengunduh token satu per satu. Akibatnya, waktu pengerjaan soal-soal ujian siswa tidak bisa serentak, meski dalam satu ruangan.

Meski pelaksanaan UNBK dihantui masalah server ngadat, Asisten Sekda Bidang Adminsitrasi Pemkab Sleman Arif Haryono mengklaim, pelaksanaan ujian hari pertama berlangsung lancar.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Sleman EryWidaryana menambahkan, UNBK di Sleman diikuti 140 sekolah. Sebanyak 14 sekolah swasta menumpang di sekolah lain.

Kebutuhan sarana dan prasarananya, terutama komputer yang belum memenuhi dari jumlah peserta menjadi penyebab sekolah menumpang di sekolah lain. “Sebagaimana yang disyaratkan, sekolah bisa menyelenggarakan UNBK sendiri jika memiliki perangkat komputer minimal 1/3 dari jumlah peserta ujian,” jelasnya.

Adapun UNBK di Sleman diikuti 14.880 siswa.

Kasi Perencanaan Pendidikan Menengah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ Bachtiar Nur Hidayat mengakui jika hampir seluruh sekolah di Jogjakarta mengalami kenadala akses ke server Kemendikbud.

“Putusnya jaringan menyebabkan siswa tidak bisa menginput token dan mendapatkan soal. Beda kasus, bila koneksi terputus setelah siswa mendapat soal. Offline, tidak masalah,” ungkapnya.

Karena masalah itu bersifat nasional, tiap sekolah diimbau untuk memahami kendala, sehingga tak perlu membawa persoalan tersebut ke provinsi. (pra/cr2/cr3/ita/yog)