GUNUNGKIDUL – Ombak tinggi pantai selatan masih menghantui nelayan selama masa pancaroba. Gelombang laut di Gunungkidul Minggu (22/4) mencapai ketinggian hingga lima meter. Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, gelombang tinggi terpantau sejak Sabtu (21/4). Ombak tinggi diprediksi masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.

“Kejadian alam ini menuntut semua pihak selalu waspada,” ingatnya Minggu (22/4).

Berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta, tinggi gelombang laut terus mengalami kenaikan. “Puncaknya besok (hari ini, Red) siang,” ujarnya.

Selain nelayan, Surisdiyanto mengimbau para wisatawan yang berkunjung di pantai selatan DIJ untuk pasang mata dan telinga. Serta selalu memperhatikan papan-papan peringatan dan petunjuk tim pengawas pantai.

“Untuk kepentingan siaga cuaca ekstrem kami mengerahkan 58 personel,” ujarnya.

Meski kondisi gelombang laut cukup membahayakan nelayan dan wisatawan, Koordinator Sar Satlinmas Korwil II Gunungkidul Marjono mengaku tak bisa melarang mereka untuk melaut. Tim SAR hanya meminta agar wisatawan tidak banyak beraktivitas di air, apalagi mandi di pantai.

“Keselamatan pengunjung tergantung pribadi masing-masing. Jika mematuhi rambu dan imbauan, kecelakaan laut tentu bisa diminimalisasi,” kata Marjono.

Terpisah, Kepala Pelaskana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mewanti-wanti wisatawan untuk selalu mematuhi rambu larangan di pantai. “Ada sekitar 50 tanda bahaya yang kami pasang. Mulai larangan mandi di laut, hingga berteduh di tebing karang karena rawan longsor,” ungkapnya. (gun/yog/mg1)