KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo mendorong masyarakat Kecamatan Panjatan mengembangkan sentra batik. Itu seiring respons positif konsumen terhadap produk batik yang baru seumur jagung tersebut. Tidak sedikit pencinta batik yang berburu hasta karya warga Panjatan.

“Prospeknya sangat bagus,” puji Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo saat berkunjung di sentra batik Panjatan Jumat (20/4).

Kendati begitu, Hasto mewanti-wanti para pengrajin batik tak berpuas diri. Begitu pula dengan masyarakat plus pemangku kebijakan wilayah Panjatan. Sebaliknya, mereka harus bergotong-royong. Sekaligus meningkatkan partisipasi warga. Agar usaha yang baru dirintis tiga bulan lalu ini terus berkembang. Apalagi, wilayah Panjatan sangat strategis. Berada di jalur utama menuju New Yogyakarta International Airport.

“Sehingga mampu menghidupkan perekonomian masyarakat,” ucapnya.

Ketika disinggung perihal pendampingan dan pembinaan, Hasto menegaskan, pemkab tak keberatan. Bahkan, berencana melakukannya. Toh, pemberian berbagai pelatihan dapat menambah pengalaman para pengrajin. Tapi pendampingan dan pembinaan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kecil ini dengan satu syarat. Para pengrajin harus berkomitmen menghasilkan produk-produk berkualitas.

Camat Panjatan Setiawan Widada menyebutkan, wilayah Kecamatan Panjatan cukup luas. Meliputi sebelas desa dan seratus pedukuhan. Karena itu, Setiawan berharap pemkab gencar menggelontorkan berbagai program pembangunan. Tidak sekadar program pendampingan dan pembinaan kepada para pengrajin Harapannya, Kecamatan Panjatan ke depan lebih maju dan berkembang.

“Batiknya juga semakin baik dan dikenal,” harapnya. (tom/zam)