SLEMAN – Nama staf khusus Presiden RI Diaz Faisal Malik atau yang akrab disapa Diaz Hendropriyono menjadi sosok yang dijagokan menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI DIJ menjadi yang pertama menyatakan dukungannya.

“Sosok Diaz ini sesuai dengan harapan Ketum (Hendropriyono) yang menginginkan adanya regenerasi di PKPI. Bukan nama belakangnya (Hendropriyono) yang menjadi alasan, tapi karena karir dan pemikirannya yang luar biasa,” ujar Ketua DPP PKPI DIJ Faried Jayen Soepardjan saat menyampaikan dukungannya dalam syukuran lolosnya PKPI menjadi peserta Pemilu 2019 di kediamannya Kamis malam (19/4). DPP PKPI DIJ, lanjut Jayen, akan mengusulkan nama Diaz dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PKPI di Jakarta 8 Mei mendatang.

Seperti diketahui Ketum PKPI AM Hendropriyono seusai berhasil mengantar PKPI sebagai kontestan Pemilu 2019, menyatakan akan mengundurkan diri. Sebagai gantinya, Hendropriyono mensyaratkan PKPI harus dipimpin oleh anak muda. Saat ini di tingkat pusat sudah keluar 20 nama calon Ketum baru PKPI. “Kita mendorong tapi bukan njoroke, karena yang tua-tua ini juga masih akan mendampingi,” ujar Jayen.

Ketua ormas Pemuda Pancasila DIJ itu mengaku akan mendorong dan mendukung penuh Diaz bisa menjadi Ketum PKPI. Bahkan Jayen menyatakan akan berusaha supaya Komisaris Telkomsel tersebut bisa terpilih secara aklamasi. “PKPI itu Pancasilais, kita usahakan musyawarah mufakat, voting itu pilihan keseribu sekian,” tegasnya.

Mendapat dukungan dari DPP PKPI DIJ, Diaz yang malam kemarin mengaku datang mewakili ayahnya itu menyatakan rasa terimakasih. Tapi pria kelahiran 25 September 1978 itu belum mau secara terbuka mengajukan diri sebagai calon Ketum PKPI. Diaz hanya mengatakan akan mengikuti prosedur dalam anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD/ART) PKPI. “Kalau diminta akan senang, tapi kita ikuti mekanisme di partai,” ujarnya.

Karir politik putera ketiga AM Hendropriyono tersebut dimulai sejak dikenalkan dengan Joko Widodo pada 2012, yang saat itu masih menjadi Wali Kota Solo. Majunya Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta membuatnya ikut menjadi relawan, termasuk saat mencalonkan menjadi Capres 2014, Diaz aktif menjadi relawan di dunia maya. “Kampanye di medsos itu efektif mendulang suara dari anak muda saat itu,” ungkapnya. (pra/ong)