SLEMAN – Ribuan orang membanjiri Lapangan Randu Alas, Bogem, Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Mereka datang memperingati HUT ke-70 Desa Tamanmartani kemarin.

Acara kali ini merupakan puncak rangkaian kegiatan yang sudah dimulai sejak Maret. Berupa pentas seni yang diselenggarakan di tiap kelurahan.

“Nanti (pentas seni) berakhir tanggal 29 April,” tutur Ketua Panitia HUT Desa Tamanmartani LB Surojo.

Acara dimeriahkan pawai budaya yang ditampilkan masing-masing padukuhan. Total ada 22 kontingen dari setiap padukuhan yang mengikuti pawai. Menampilkan potensi budaya dan pertanian.

Pawai budaya dipimpin bregada Catur Manunggal dari Desa Tamanmartani. “Dari tiap padukuhan juga menampilkan atraksi sesuai tema yang mereka angkat,” tutur Surojo.

Tidak hanya dari padukuhan yang ikut memeriahkan pawai budaya. Ada juga pelajar dari sekolah dasar hingga menengah atas yang mengikuti pawai budaya.

Dari penuturan Surojo tahun ini terdapat 3.000 lebih peserta yang ikut berpartisipasi. “Antusiasmenya sangat luar biasa, instansi-intstansi lain seperti polisi dan ibu PKK juga terlibat,” katanya.

Arak-arakan berkeliling dari Lapangan Randu Alas berputar mengelilingi Dusun Bogem dan kembali di lapangan untuk melangsungkan upacara. Selain diramaikan pawai budaya, juga dibagikan doorprize berupa sepeda dan bingkisan.

Mengusung tema Junjung Budaya #3 Surojo ingin menampilkan seluruh potensi Desa Tamanmartani. Saat ini Desa Tamanmartani memang sudah menjadi Desa Rintisan Budaya sehingga dia berharap dengan digelarnya pawai budaya ini masyarakat tidak hanya menjadi penonton namun bisa mengenalkan budayanya kepada khalayak.

Kepala Desa Tamanmartani Gandang Harjanata menyampaikan harapannya untuk Desa Tamanmartani yang tepat pada tangga 19 April berulang tahun ke-70. Agar ke depannya lebih baik lagi dan lebih kompak.

“Momentum kali ini juga kami manfaatkan untuk penguatan agar ke depannya dapat menghadapi tantangan zaman,” katanya. (cr4/iwa/mg1)