MAGELANG-Pesona batik menjadi tema besar dalam gelaran Mahakarya Borobudur di panggung Aksyobya pelataran Candi Borobudur, Rabu malam (18/4). Acara spektakuler yang digelar PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWC) ini mengangkat tema Indonesia Berkain.

Inti acara ini adalah pergelaran peragaan busana dari para desainer ternama. Sebut saja KRT Hardjonagoro Go Tik Swan, H KPH Santoso Doellah Hadikusimo, Afif Syakur. Selain itu juga Musa Widyatmojo, Chossy Latu, Tuty Adib, Danjo Hiyoji, Amanda Hartanto, dan Purana. Mahakarya Borobudur yang didukung oleh BRI Prioritas itu terkemas apik selaras dengan para penari profesional arahan koreografer Eko Supriyanto dan Ananta Kanapi.

Koordinator Acara Mahakarya Borobudur Ayu Dyah Pasha menuturkan “Indonesia Berkain” tidak hanya berupa peragaan busana batik, namun juga kolaborasi teater, musik, visual. “Semua kita kolaborasikan untuk menampilkan keindahan batik Indonesia,” kata Ayu.

Karya batik yang ditampilkan dibagi menjadi tiga konsep, yakni batik masa lalu, masa kini, dan masa depan. Dia menyebutkan, batik masa lalu menampilkan karya para maestro batik seperti Gotic Swan, Afif Sakur dan lainnya. Untuk batik masa kini karya Iwan Tirta, Tuti Adib, Musa Widyatmojo, dan lainnya. “Sedangkan batik masa depan menampilkan karya para desainer milenial, kita beri ruang kepada mereka untuk menuangkan imajinasi mereka tentang batik,” ungkap Ayu.

Direktur Pemasaran dan Kerjasama PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Ricky SP Siahaan menjelaskan tema tahun ini adalah Indonesia Berkain yang identik dengan perempuan. Sebab dalam waktu dekat Indonesia akan merayakan hari Kartini, 21 April 2018.”Kami ingin kembali menunjukkan identitas Indonesia yang dulu berkain batik,” tandasnya. (dem/din/mg1)