PANITIA KLINIK SKRIPSI
HIBURAN

Skripsi sebagai bentuk karya mahasiswa akhir terkadang menjadi momok yang menakutkan. Bertemu dan bertatap muka berkali-kali dengan dosen pembimbing, mendapatkan koreksi atau catatan revisi, menjadi sesuatu kenyataan yang menyakitkan.

Secara sederhana, skripsi bisa menjadi media untuk memperdalam, mengasah ketajaman dan pemahaman minat terhadap suatu bidang ilmu tertentu. Dari situ mahasiswa dilatih menemukan permasalahan, berpikir ilmiah melalui tahapan tahapan penelitian dan tajam mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Dalam hal ini Prodi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mempunyai cara tersendiri dalam menghilangkan kesan menakutkan pada tugas akhir mahasiswa ini. Diikuti 240 mahasiswa angkatan 2015, Jurusan Ilmu Pemerintahan UMY mengadakan klinik skripsi, bertempat di Gedung Twin Building KH Ibrahim, kompleks kampus terpadu UMY, Rabu (18/4).

Klinik skripsi yang diselenggarakan Lab Ilmu Pemerintahan ini merupakan langkah inovatif jurusan ilmu pemerintahan untuk meningkatkan kualitas dan mutu skripsi mahasiswa Ilmu Pemerintahan UMY. Membedah tata cara penulisan, dimulai dari materi desain penelitian kualitatif, desain penelitian kuantitatif, desain proposal skripsi, dan etika penulisan karya Ilmiah.

Kepala Lab Ilmu Pemerintahan Sakir SIP, MIP mengatakan, klinik skripsi memfasilitasi mahasiswa untuk tidak hanya sekadar mendapatkan referensi, buku, jurnal, dan artikel-artikel yang relevan dengan penelitiannya. Namun dapat menjadi wadah bimbingan intensif, sehingga mampu membawa skripsi ke tahap yang berkulitas.

Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan UMY Muhammad Eko Atmojo SIP, MIP dalam sambutannya mengimbau kepada peserta yang hadir untuk serius menghadapi tugas akhir skripsi. Ia mengatakan, penulisan skripsi adalah output dalam menyelesaikan studi perkuliahan jenjang S1.

“Jangan mengambil judul yang telah sering muncul. Kaji isu-isu terbaru, harapannya semua mahasiswa tepat waktu dalam menyelesaikan skripsi dan tanpa hambatan,” ujar Eko.

Mengawali pelatihan skripsi empat sesi, Dr Dyah Mutiarin MSi menyampaikan materi tentang desain penelitian kualitatif. Dosen IP yang juga Kaprodi Magister Ilmu Pemerintahan UMY ini mengajak mahasiswa untuk tenang, namun jeli memilih topik penelitian skripsi.

“Harus menyempatkan waktu serta tenang, tidak perlu panik. Pikirkan ingin meneliti tentang apa, bayangkan isu yang mudah dan belum banyak yang diteliti, utamakan kebaruannya. Apa yang berbeda penelitianmu dengan yang lainnya,” ujar Dyah.

Selain itu, lanjut Dyah, mahasiswa harus bisa melihat isu dari sudut pandang yang berbeda. “Juga usahakan bangun judul penelitian yang seksi berbobot, dan tentu mencerminkan isi peneltian,” tambah Dyah seperti memberikan trik dan tips ini.

Berlanjut ke materi desain penelitian kuantitatif, Dr Suranto M.Pol memberikan pengantar pentingnya penelitian bagi akdemisi. Dikatakan, penelitian hakikatnya mencari kebenaran dengan cara ilmiah. Melalui penelitian untuk mengetahui fenomena dari perspektif ilmiah, lewat riset yang berpedoman pada prosedur ilmiah.

Suranto menekankan peserta untuk mengidentifikasi ulang judul yang diminati. “Skup bidang dan ranah yang bisa diteliti dari Ilmu Pemerintahan seperti poltik dalam negeri, manajemen dan kebijakan publik, lalu pemerintah daerah (otonomi daerah). Jadi, pastikan topik yang kalian usung masih dalam lingkup tersebut,” jelasnya.

Pada sesi ketiga Awang Darumurti SIP, MSi menjabarkan secara gamblang sistematika maupun prosedur proposal skripsi. “Dalam desain proposal skripsi, proposal merupakan rumah dasarnya penelitian skripsi, dan dosen pembimbing adalah arsiteknya. Pilih tema yang memberikan kontribusi ilmiah yang besar, tekankan untuk spesifik, serta jangan mengambang,” jelas Awang.

Hadir dalam acara yang juga dihibur musik ini, Sekretaris Prodi Ilmu Pemerintahan Muhammad Eko Atmojo SIP, MIP, serta Koordinator Laboratorium Sakir SIP, MIP. Selain itu, sebagai narasumber Dr Dyah Mutiarin MSi (Kaprodi Magister Ilmu Pemerintahan), Dr Suranto MPol (dosen Ilmu Pemerintahan UMY), Awang Darumurti SIP, MSi (dosen Ilmu Pemerintahan UMY) dan Rahmawati Husein MCP, Ph.D (dosen Ilmu Pemerintahan UMY). (nn/laz/mg1)