JOGJA – Penataan kawasan sumbu filosofi Jogja terus dilanjutkan. Setelah kawasan Malioboro, pertengahan tahun ini mulai menyentuh Jalan Margoutomo atau Tugu Jogja ke selatan. Tapi di Jalan Margoutomo yang masuk wilayah Gowongan Jetis tersebut hanya mengganti vegetasi tanpa membuat jalur pedestrian.

“Kami hanya mengganti vegetasi, tidak perlu takut. Tidak kami obrak-abrik sampai ganti trotoar,” ujar Kepala Seksi Pembangunan Sarana dan Prasarana Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ Arif Aziz Zain kemarin Selasa (17/4).

Vegetasi yang akan ditanam disesuaikan dengan filosofis yang ada di sepanjang sumbu filosofis yang dari Tugu Jogja hingga Kandang Menjangan di Sewon Bantul.

Arif mengatakan untuk vegetasi yang ditanam di Jalan Margoutomo akan disamakan dengan yang ditanam di Jalan Malioboro hingga Jalan Margomulyo. Di Jalan Margoutomo jenis tanamannya gayam dan asem serta tanaman perdu berupa melati.

Penanaman pohon Gayam yang ditanam setiap 100 meter yang di sela-selanya setiap sembilan meter akan ditanam pohon Asam dilengkapi pagar pelindung. Selama ini vegetasi yang ditanam di sana jenis tabebuya.

“Hanya perindang keindahan saja, tapi tidak ada makna filosofis menurut para ahli budaya,” ungkap Arif.

Pekerjaan sudah dimulai sejak awal April. Akan dikerjakan mulai dari selatan Tugu Pal Putih Jogja hingga di depan Stasiun Tugu Jogja. Sepanjang Jalan Margoutomo konsepnya berbeda dengan Malioboro yang dijadikan kawasan semi pedestrian.

Termasuk masih mempertahankan jalur lambat yang ada di sisi barat Jalan Margoutomo. “Hanya mengganti vegetasi tidak ada pekerjaan lainnya,” tegas dia.

Lurah Gowongan Jetis Eni Purwati mengaku tidak diberitahu terkait pembongkaran taman di Jalan Margoutomo. Hanya pernah ada pihak yang datang ke kantor Kelurahan Gowongan meminta izin jika hasil bongkaran taman di Jalan Margoutomo dibuang ke bawah Tugu Adipura di Jalan Kleringan.

“Karena itu tidak masuk Gowongan, kami arahkan ke kelurahan setempat,” ujar Eni. (pra/iwa/mg1)