BANTUL – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIJ menggelar bedah buku di Balai Desa Trirenggo, Bantul kemarin.

Kepala BPAD DIJ Monika Nur Lastiyani mengatakan butuh waktu untuk meningkatkan minat baca. Tidak bisa langsung dilihat dan sekali jadi.

“Dalam satu tahun, bedah buku dilakukan sebanyak 48 kali di berbagai tempat di DIJ dengan misi mendekatkan buku ke masyarakat,” kata Monika.

Kajian UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya hanya 1 dari 1.000 orang yang membaca.

Sedangkan di DIJ, sudah 46 dari 1.000 orang yang membaca. Namun itu penelitian pada 2016. “Minat baca masyarakat DIJ tinggi, berdasar tingkat kunjungan Perpusda mencapai 1.200 orang per hari, belum ditambah perpustakaan lain,” kata Monika.

Buku yang dibedah kali ini adalah Fatmawati: Catatan Kecil bersama Bung Karno. Berkisah tentang sosok Fatmawati sebagai perempuan, ibu rumah tangga sekaligus ibu negara.

Lurah Trirenggo Munawar mengajak warganya belajar lebih dalam tentang sisi lain kehidupan Sang Proklamator. “Dengan bedah buku ini, semoga kita tambah wawasan, dan tambah ilmu,” kata Munawar.

Salah seorang pembedah buku Eka Ningtyas dari UNY mengatakan dengan membaca buku tersebut bisa mengetahui Fatmawai sebagai perempuan dan istri Soekarno. “Sekaligus devoted house wife yang berperan besar dalam proses kemerdekaan Indonesia,” kata Eka.

Acara dihadiri sekitar 150 orang, didominasi ibu-ibu. Selain Eka, pembedah buku lain Tustiyani dari Komisi D DPRD DIJ, Wahyudi Djaya dari Prodi Kearsipan Sekolah Vokasi UGM, dan Mikke Susanto dari ISI. (cr3/iwa/mg1)