JOGJA – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Yogyakarta Championship 3 (YKTC 3) kembali menjadi pembuktian kuatnya kontingen Tapak Suci Budi Mulia Dua (BMD) Foundation.

Itu bisa dilihat dari hasil akhir Kejurnas Silat YKTC 3 yang kembali menempatkan Tapak Suci BMD Foundation sebagai Juara Umum I.

Tak hanya itu, dalam Kejurnas Silat yang berlangsung 27-28 Maret di GOR Sportorium UMY tersebut, salah seorang atletnya, Tiara Michaelia Sertijawan meraih predikat sebagai Pesilat Terbaik Putri.

Manajer Tim Kontingen Tapak Suci BMD Foundation, Dwi Yogo Mardiyanto, S.Pd mengatakan, dalam YKTC 3 ini, kontingennya menurunkan 47 atlet.

Kalau akhirnya berhasil mempertahankan gelar Juara Umum 1, ini merupakan hasil dari kerja keras tim. Sebab, sebelum terjun ke YKPC 3 ini, semua atletnya telah melakukan pemusatan latihan yang panjang dan rutin.

“Sejauh ini, anak-anak latih kami cukup disiplin. Mereka mengikuti pemusatan latihan seminggu tiga kali, dan secara berkesinambungan terus menerus,” ujar Dwi Yogo, panggilan akrab Dwi Yoga Mardiyanto.

Sebelumnya, Kontingen Tapak Suci BMD Foundation juga sukses menyabet Juara Umum I di PLN-JKTC 7, juga Juara Umum I di YKTC 2. Kemudian salah satu pesilatnya, Pashya Aulia Safitri juga menjadi Pesilat Terbaik Putra 2017.

Tak mau lengah, atlet-atlet belia Tapak Suci BMD Foundation terus berbenah diri. Semangat para atlet semakin menggelora, setelah satu bentangan matras latih baru, dihadiahkan oleh institusi pasca YKTC 2.

“Kado terindah untuk institusi, adalah rencana penerbitan Novel 1000 halaman Kisah Pejalanan Atlet-Atlet Tapak Suci BMD Foundation yang saat ini telah memasuki tahap finishing. Kami katakana kado terindah, karena prestasi yang dibiarkan, hanya akan bisa dinikmati sendiri. Namun perjalanan yang dituliskan, akan bisa menginspirasi orang lain,” tandasnya.

Para atlet yang menyumbangkan prestasi terbaiknya di YKTC 3, antara lain dari SD BMD Seturan: emas diraih Pashya Aulia Safitri, Narendra Rafie Fachrizal (seni), Rahadyan Danendra Putra (seni), Aldecha Arkana Mohammad Daffa Brazilianto (seni), Faiz Fadhillah Siswoko, Daniswara Tobias Rahmat, Muhammad Farrel Rafif, Salsabilla Nur Ibrahim Muhammad Riyadi, Muhammad Authar Althaf, Danendra Raditya Rafi, Muh Akmal Marlopo, dan Tiara Michaelia Setijawan.

Kemudian Perak diraih Ghaziyya Mahira, Favian Admaja Irawan, Abel Damarieza Athallah, Adi Setya Rasa, Akio Afifian Ahsan, Sutan Aleandika Herminanto, Muhammad Novan Priatama Nur Cahyo, Narendra Rafie Fachrizal, Haidar Tafazul Fikri, dan Sultan Rajwa Mahardika.

Sementara Perunggu diraih Habiburrizqi Langit Kurniawan, Muhammad Gaza Alghazali, Daniswara Tobias Rahmat, Mirza Ryan ramadhan, Muhammad Irvan Fahriansyah, Hassan Saibani, Wikan Rahman Ramadhan, Chesta Aqeela Nurrayyan, Jusuf Tito Saladdin Prajna Fairyanto, Sultan Saladdin Ezra Utomo, Galang Winanda Febrani, Aldecha Arkana Mohammad Daffa Brazilianto, dan Bagas Jefferson Adriano.

Berikutnya dari SD BMD Pandeansari, emas diraih Muhammad Rafie Mahendra, Mahastya Eijksan Aydin, dan Muhammad Farrel Audrey. Perak diraih Ayodya Radityo Prabhasworo, Kayana Fadhilah Dewanata, Aliyaa Sabila Ayundatama, dan Naura Rashifa Arrachmani. Perunggu diraih Alifian Fawwaz Nayottama, Sandiaga Rajasa Putra, Bintang Edelweiss Asy-Syifa Norin dan Muhammad Fikri Izdihar.

Selanjutnya dari SMA Internasional BMD Yogyakarta, perak diraih Naga Pamungkas. Perunggu diraih Haitsam Fikri Sahasrara, Axelliano Dinovan Bimantara dan Muhammad Vito Taqy Yassar.

Dan dari QLC Islamic Boarding School Pucanganom memperoleh 3 perunggu diraih Latif Budiono, Almas Nur Amalina, dan Aulia Rosa Budimulyaningtyas.

Pasca YKPC 3 ini, Kontingen Tapak Suci BMD Foundation akan kembali turun di Kejurnas Silat Iyos JKTC 9 pada 28-29 April 2018 di Cibubur. “Latihan dan doa, menjadi kunci sukses perjuangan kami,” pungkas Dwi Yoga.(**/jko/mg1)