KULONPROGO – Penutupan Jalan Daendels di area bandara di Kecamatan Temon diprediksi berlangsung 10 bulan lebih. Satlantas Polres Kulonprogo memaksimalkan pos pantau dan menempatkan anggotanya untuk mengantisipasi kemacetan selama pengalihan arus diberlakukan.

Kasatlantas Polres Kulonpogo AKP Maryanto mengatakan tiga lokasi yang perlu pengawasan intensif sehingga perlu didirikan pos pantau di antaranya Pos Pantau Simpang Brosot, Pos Pantau Simpang Toyan dan Pos Pantau Simpang Glaheng.

“Ketiga lokasi ini bakal menjadi simpul pengurai kepadatan apabila penumpukan kendaraan terjadi. Sifatnya antisipatif jika ada penumpukan kendaraan, sebentar lagi akan memasuki musim mudik lebaran. Kami minta pengguna jalan berhati-hati,” kata Maryanto kemarin.

Dia mengimbau pengguna jalan untuk menghitung ulang waktu tempuh menuju tujuan. Sebab pengalihan arus yang dilakukan menambah jarak tempuh.

“Waktu tempuh harus dihitung ulang, jangan sampai pengendara jadi terburu-buru yang justru berbahaya karena bisa memicu kecelakaan,” kata Maryanto.

Penutupan dan pengalihan Jalan Daendels di area NYIA telah dilakukan sejak Senin (26/3). Penutupan dimaksudkan agar proses pembangunan fisik bandara tidak terganggu.

Pengalihan arus dari arah timur dilakukan mulai Simpang Brosot, Kecamatan Galur menuju Jalan Brosot-Nagung. Sedangkan dari arah barat, pengalihan dimulai dari Simpang Glaheng, Kecamatan Temon menuju Jalan Nasional. (tom/iwa/mg1)