PURWOREJO – Usulan pelaksanaan berbagai program kegiatan di Pemkab Purworejo tahun 2019 melalui belanja langsung Rp 890.956.130.802. Pembiayaan kegiatan itu diusulkan melalui APBD murni, BLUD, DAK, bantuan keuangan, dan sumber lainnya yang tersebar di 33 urusan wajib dan pilihan, 7 fungsi penunjang urusan dan 16 kecamatan.

“Perkiraan kemampuan keuangan daerah tahun 2019 untuk belanja langsung adalah Rp 710.991.239.627,” kata Bupati Purworejo Agus Bastian saat memberikan sambutan dalam penutupan Musrenbang Kabupaten Purworejo di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis malam (29/3).

Lebih besarnya nilai usulan dibanding perkiraan kemampuan belanja, mengharuskan perangkat daerah lebih memprioritaskan lagi program dan kegiatan yang benar-benar mendukung pencapaian target pembangunan dan pelayanan masyarakat. “Bukan yang hanya berorientasi pada internal bisnis proses saja,” tambah bupati.

Lebih jauh Agus Bastian mengatakan, dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan telah melalui berbagai pendekatan. Di antaranya pendekatan teknokratis, partisipatif, politis, bottom-up dan top down process. Proses yang baik ini memberikan makna perencanaan daerah diharapkan memenuhi kaidah penyusunan rencana yang sistematis, terpadu, transparan dan akuntabel.

“Juga kepemilikan rencana menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Keterlibatan stakeholder dan legislatif dalam proses pengambilan keputusan perencanaan, menjadi sangat penting untuk memastikan rencana yang disusun mendapatkan dukungan optimal bagi implementasinya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Luhur Pambudi Mulyono berharap masukan dan usulan yang muncul baik dari musrenbang maupun pokok-pokok pikiran dewan bisa dihargai dan diakomodasi. Hanya saja semua memang harus dipertimbangkan prioritas pembangunannya dan kemampuan keuangan daerah.

“Perlu kami tegaskan, besar kecilnya anggaran bukan tolok ukur suksesnya perencanaan. Yang lebih penting adalah seberapa besar efek, nilai dan manfaat dari perencanaan itu bagi masyarakat,” kata Luhur. (udi/laz/mg1)