SUASANA tak seperti biasanya terlihat di Gua Maria Sendang Jatiningsih. Gua yang merupakan objek wisata religi tersebut semakin ramai dikunjungi menjelang Paskah.

Gua tersebut terletak di Dusun Jitar Kidul, Desa Sumberarum, Kecamatan Moyudan, Sleman. Kemarin, sejak pagi, lokasi yang terletak 17 kilometer arah barat Kota Jogja ini terlihat semakin ramai dikunjungi umat Katolik.

Selain berwisata religi, tak sedikit dari mereka berdoa di depan altar patung Bunda Maria ataupun di setiap sudut yang disediakan pengelola. Lokasi terpencil tak menyurutkan umat untuk datang berdoa di sana.

Umat Katolik semakin banyak yang datang saat libur Paskah ini. Rombongan kecil ataupun perorangan datang silih berganti ke lokasi tersebut. Mereka datang untuk menenangkan diri atau memanjatkan doa-doa. Bahkan di antaranya ada pula yang melakukan Jalan Salib.

RELIGI: Terletak di Kecamatan Moyudan, Sleman, Gua Maria Sendang Jatiningsih banyak didatangi umat Katolik saat libur Paskah. (SETYAKI A KUSUMA/RADAR JOGJA)
KHUSYUK: Umat Katolik datang ke Gua Maria Sendang Jatiningsih untuk memanjatkan doa-doa untuk keselamatan umat manusia. (SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

Agus Winarto, salah seorang pengunjung, mengatakan Gua Maria Sendang Jatiningsih terdapat patung-patung yang menggambarkan cerita saat Yesus memberikan air kehidupan, tentara Roma menyalib Yesus hingga Yesus dalam pangkuan Bunda Maria.

Selain berdoa, di antara umat Katolik ini ada pula yang melakukan Jalan Salib di lokasi yang sudah disediakan. Mereka mengajak sanak saudara memanjatkan doa-doa yang ada di alkitab.

Selain suasana yang teduh dan sejuk, di Gua Maria Sendang Jatiningsih ini juga terdapat sumber mata air Tirto Wening Banyu Panguripan. Mata air tersebut pernah diberkati uskup Purwokerto, Mgr J Sunarka SJ pada 27 Oktober 2002.

Saat ini, untuk menuju lokasi Gua Maria Sendang Jatiningsih sangat mudah. Akses jalan masuk sudah bagus dengan kondisi jalan diaspal. (sky/iwa/mg1)