JOGJA – Kehadiran Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto di Jogjakarta tak disia-siakan Vice Director Kustomfest Aan Fikriyan. Ketika bertemu Airlangga di Angkringan JAC Sompilan, Kamis (29/3) malam, Aan minta Airlangga membantu legalitas motor kustom atau hasil modifikasi agar bisa mengaspal di jalanan. “Selama ini motor kustom hanya bisa dinikmati saat pameran. Kami berharap nantinya bisa dikendarai di jalan raya,” kata Aan seraya menawarkan motor kustom produk Kustomfest. “Pak (Presiden, Red) Joko Widodo sudah punya motor kustom. Pak Airlangga juga bisa pesan motor kustom di Kustomfest,” ujar Aan sambil menyerahkan katalog berisi 150 desain motor Kustomfest.

Mendapat tawaran tersebut, Airlangga pun memberi sinyal positif. “Syaratnya, warna motor mendekati kuning dan pakai perseneling bebek. Terbiasa pakai motor bebek,” katanya.

Mengenai legalitas produk Kustomfest, Airlangga mengaku telah mengupayakannya. Dia telah menyampaikan usulan itu kepada Kementerian Perhubungan dan kepolisian. “Ada syaratnya. Setiap motor kustom harus menggunakan komponen standard an dilengkapi lampu sein dan spion,” jelas Airlangga.

Dalam kesempatan berdialog dengan puluhan pelaku usaha ekonomi kreatif di Jogja, Airlangga menekankan pentingnya pengembangan inovasi industry digital. Hanya bermodal penguasaan teknologi, tutur Airlangga, semua kalangan bisa membuka peluang usaha cukup dengan koneksi internet. “Kalau non-digital, pengusah yang tidak punya modal susah masuk ke mal atau supermarket. Dengan teknologi digital, usaha bervolume kecil pun bisa jualan lewat internet,” tutur alumnus Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada itu.

Airlangga menambahkan, Jogja berpeluang besar dalam pengembangan teknologi digital. Terlebih, Kota Jogja punya banyak generasi milenial. Menurutnya, tak sedikit perusahaan start up e-commerce di Indonesia yang dirintis oleh generasi milenial asal Jogja. “Awalnya banyak yang memulai usahanya di kos-kosan,” ungkapnya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menyadari besarnya potensi sektor industry kreatif. Sektor ini pula yang terus digenjot pengembangannya. Pemkot sudah mengawalinya lewat program Kampung Kreatif. “Kami akan terus memberdayakan kampung-kampung di Kota Jogja dengan menggandeng kalangan industri dan akademisi,” ujar HS, sapan akrabnya. HS optimistis, semakin banyak kalangan usaha mau memberdayakan kampung di sekitarnya, pasti semua akan maju bersama. (pra/yog/mg1)