MAGELANG – Dijadikannya Stadion Moch Soebroto Kota Magelang sebagai kandang klub Liga 1 PSIS Semarang harus berdampak positif. Di antaranya, mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan ajang pembelajaran semua pihak. Terutama bagaimana mengelola kegiatan pertandingan level nasional.

“Masyarakat Magelang harus bisa mengambil sisi positif dijadikannya Stadion Moch Soebroto sebagai kandang PSIS dalam Liga 1,” kata Ketua Panpel PPSM Sakti Magelang Evin Kamil Jumat (30/3).

Panpel PPSM sendiri dilibatkan dalam kepanitian laga tandang PSIS. Kepanitiaan PPSM dan PSIS selalu berkoordinasi dari pra kegiatan hingga paskanya. “Kami suport PSIS, mulai perizinan, tiketing hingga masalah steward,” tutur anggota DPRD Kota Magelang ini.

Evin kembali berharap dengan keterlibatan panpel dalam pertandingan level nasional, harus bisa dimanfaatkan. “Semoga tim kita bisa segera menyusul PSIS berlaga di Liga 1. Karena kita sebagai panpel juga sudah bisa ‘berlaga’ di Liga I,” ujarnya sambil tersenyum.

Terpisah, Ketua Panpel PSIS Semarang Pujianto menyatakan telah mengantongi izin dari Polres Magelang Kota untuk laga melawan Bali United (BU) pada pekan kedua Liga 1 2018 di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, Minggu besok (1/4). Pihaknya mencetak sekitar 8.000 lembar tiket. Jumlah itu separuh dari total kapasitas Stadion Moch Soebroto yang mencapai 16 ribu penonton.

“Untuk persiapan sudah mendekati akhir. Kami juga sudah mengantongi izin dari kepolisian, tinggal pelaksanaannya saja,” jelasnya.

Adapun untuk harga tiket dibanderol mulai Rp 45 ribu untuk tribun selatan. Lalu tribun tertutup timur dijual Rp 55 ribu. Tribun VIP sayap Rp 75 ribu dan tribun VIP tengah Rp 100 ribu.

“Laga PSIS lawan Bali United kabarnya akan disiarkan langsung. Namun kami yakin suporter akan banyak yang datang ke stadion, bisa jadi jumlah tiket yang dijual nanti juga melihat situasional di lapangan,” tandasnya. (dem/laz)