SLEMAN – Kabar mengejutkan datang dari PSS Sleman. Bek senior yang telah memperkuat PSS sejak musim 2013, Waluyo akhirnya dicoret oleh manajemen. Padahal, bek tengah bernomor 23 itu belum lama bergabung kembali saat dipanggil beberapa pekan lalu.

Manajer PSS Sleman Sismantoro mengatakan, alasan pencoretan pemain asal Banyumas itu salah satunya karena dinilai indisipliner. Yakni melangggar kesepakatan dengan pihak manajemen dengan dua kali mangkir latihan tanpa keterangan. Hal itu tentu membuat pelatih berang. “Kami anggap sebagai tindakan kontraprestasi. Padahal sudah ada kesepakatan antara pemain dengan manajemen untuk disiplin dalam kegiatan klub termasuk latihan,” ungkapnya Rabu (28/3).

Pria yang juga Kades Candibinangun itu menyebut, sebenarnya proses administrasi eks Arema Malang dan Persib Bandung itu sudah selesai. Bahkan pemain 34 tahun itu telah menerima uang muka kontrak dari manajemen. Namun dengan absen dari latihan tanpa izin dinilai sedikit banyak akan memengaruhi kondusifitas tim. “Keputusan ini sebenarnya hal yang berat dan melalui banyak pertimbangan. Namun dengan kondisi seperti ini tentu tidak bisa diteruskan lagi,” ungkapnya.

Pelatih kepala PSS Sleman Herry Kiswanto mengaku kecewa terhadap sikap Waluyo yang menurutnya tidak disiplin dengan agenda tim. Pihaknya lantas mendiskusikan hal ini ke manajemen sebelum akhirnya dicoret. “Secara teknik tidak ada masalah dengan performanya namun sikapnya yang tidak disiplin membuat kami harus berdiskusi dengan manajemen,” katanya.

Dengan dicoretnya Waluyo, maka manajemen tentu memerlukan pengganti sepadan untuk posisi palang pintu pertahanan. Selain juga pekerjaan rumah membidik ujung tombak yang mampu mengangkat performa tim.

Sementara itu, sejak keputusan tersebut Waluyo sulit untuk dikonfirmasi. Panggilan telpon dan pesan singkat yang dikirim juga tidak direspon. Namun dalam akun Instagramnya, pemilik peternakan ayam itu mengunggah sebuah foto dengan caption singkat. “Semua itu memang benar,” tulisnya. (riz/din/mg1)